Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sampah di TPA Kepahiang Membludak, UPT TPA Hanya Andalkan Excavator Tua Bantuan 2017

Senin, Maret 23, 2026, 22:00 WIB Last Updated 2026-03-23T15:01:10Z

 


Kepahiang-Bengkulu, kompasone.com - Warga desa Temdak dan Desa Lubuk saung kecamatan Seberang Musi Kepahiang mengeluhkan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (adaTPA) yang dinilai saat ini sudah sangat mengganggu kenyamanan, bagaimana tidak meningkatnya jumlah sampah di TPA tersebut berdampak pada tertutupnya salah satu akses jalan yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktifitas. Senin (23/03/2026).

‎"Sudah sekian lama tidak ada penanganan/pengelolan sampah di TPA tersebut, hanya mobil pengangkutan sampah yang setiap hari datang membuang sampah," jelas salah satu warga. 

‎Kondisi TPA Kepahiang yang berasa di wilayah Kecamatan Seberang Musi Kepahiang, saat ini sudah terkategori overload / over-capacity. Dengan kurangnya pengelolaan secara sistematis pada TPA tersebut, akibatnya mobil pengangkutan sampah tersebut kesulitan untuk menurunkan sampah pada lokasi yang ditentukan, sehingga berdampak membludaknya sampah hingga menutup akses jalan ke lokasi TPA tersebut. 

‎Selain itu, kondisi ini menandai bahwa keberadaan TPA  Kepahiang, telah memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan, jika tidak dilakukan pengelolaan secara maksimal. 


‎Dijelaskan Kadis Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kepahiang Sumi Fitriani, bahwa membludaknya sampah di TPA tersebut merupakan dampak dari hari raya lebaran ( Idul Fitri) tahun ini, sehingga volume sampah meningkat dari hari biasa. Kemudian dalam pengelolaan sampah di TPA hanya mengandalkan 1(satu ) alat berat berupa excavator yang merupakan bantuan pusat dari tahun 2017 yang kondisinya saat ini sudah rusak karena usia. 

‎Kadis DLH Kepahiang menambahkan, untuk mengatasi sampah di TPA tersebut pihaknya sudah berupaya untuk meminjam alat berat ( Loader ) ke pihak BPBD Kepahiang, namun terkendala tidak adanya operator, sementara pihak DLH sendiri belum bisa untuk mengoperasikan alat berat/loader tersebut. 

‎Menanggapi keluhan masyarakat akibat akses jalan tertutup sampah tersebut, pihak DLH Kepahiang bakal menyewa alat berat /buldozer, sehingga aktivitas pengelolaan sampah di lokasi TPA akan kembali beroprasi. semantara itu untuk proses pengangkutan sampah sendiri tetap berjalan oleh petugas. 

‎"Intinya kami dari pihak DLH Kepahiang maupun UPT TPA, akan segera kami tindaklanjuti dan segera teratasi semuanya demi terpenuhinya pelayanan kami terhadap masyarakat Kabupaten Kepahiang," tutup Kadis DLH.

( Tarmizi / JN )

Iklan

iklan