TAPUT, kompasone.com - Pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara masih menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca yang dalam sebulan terakhir didominasi hujan hampir setiap sore.
Kondisi tersebut berdampak pada progres pekerjaan di lapangan yang sempat mengalami keterlambatan. Meski demikian, pemerintah tetap menargetkan seluruh pembangunan dapat rampung pada Mei 2026.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat kepada sejumlah wartawan termasuk kompasone menyebutkan bahwa selain cuaca, keterbatasan lahan juga menjadi tantangan dalam penyediaan hunian bagi warga terdampak.
“Saat ini kita masih kekurangan lahan untuk sekitar 33 unit rumah. Sementara total kebutuhan yang harus disiapkan mencapai 103 unit,” ujarnya.
Pihaknya kini tengah mengupayakan solusi percepatan penyediaan lahan, termasuk memaksimalkan aset tanah milik pemerintah agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.
Selain pembangunan rumah, Pemkab Taput juga menyiapkan fasilitas umum pendukung di kawasan Huntap guna memastikan kenyamanan dan kelayakan hunian bagi masyarakat.
Untuk mempercepat realisasi, koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan, termasuk dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Provsu).
“Kita terus perkuat koordinasi dengan kementerian dan provinsi agar semua tahapan berjalan lancar,” kata Bupati.
Pemerintah optimistis seluruh proses dapat diselesaikan tepat waktu, termasuk penyiapan administrasi. Data penerima nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sebelum dilakukan penyerahan kunci kepada masyarakat.
“Penyerahan kunci direncanakan akan dilakukan langsung oleh Bupati setelah seluruh proses tuntas,” pungkasnya.
(Bernat L Gaol)
