Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Aroma Korupsi BLT-DD Saseel Mulai Terendus Aparat?

Kamis, Maret 19, 2026, 03:01 WIB Last Updated 2026-03-18T20:01:39Z

 


Sumenep, Kompasone.com – Menebar Duka di Atas Hak Rakyat mengungkap Tabir gelap yang menyelimuti penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Saseel kini mulai tersingkap. Dugaan praktik "penyunatan" atau pemotongan hak rakyat miskin yang dilakukan secara sistematis oleh oknum Pemerintah Desa (Pemdes) Saseel kini bukan sekadar rumor, melainkan menjadi Ancaman yang siap menghantam siapa pun yang terlibat.


Langkah Kades Saseel yang sebelumnya menunjukkan sikap apatis bahkan berani mengabaikan teguran dari Camat Sapeken melalui pesan singkat dinilai banyak pihak sebagai bentuk kepanikan yang disembunyikan. Namun, di mata hukum, sikap diam bukanlah pelindung dari jeratan pidana.


Berdasarkan aturan perundang-undangan, pemotongan dana bantuan sosial di tengah kesulitan ekonomi rakyat adalah tindak pidana korupsi yang luar biasa (extraordinary crime). Jika terbukti, oknum yang bermain-main dengan BLT-DD dapat dijerat dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Ancaman hukumannya sangat mengerikan Pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun, serta denda hingga miliaran rupiah. Lebih dari itu, sanksi administratif berupa pemecatan tidak hormat dari jabatan Kepala Desa sudah menanti di depan mata.


Aktivis lintas kepulauan, Johari (Bang Jo), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat hak masyarakat kecil dirampas.


"Jangan pikir dengan diam dan mengabaikan komunikasi atasan, masalah ini akan hilang. Justru sikap tersebut memperkuat indikasi adanya sesuatu yang disembunyikan. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti kuitansi dan kesaksian warga untuk diserahkan langsung ke Tim Tipikor Polres Sumenep dan Kejaksaan Negeri," tegas Bang Jo dengan nada dingin.


Selain ancaman jeruji besi, beban moral kini menghantui lingkaran kekuasaan di Desa Saseel. Masyarakat mulai berani bersuara, mempertanyakan ke mana sisa uang yang seharusnya memenuhi dapur mereka mengalir. Nama baik keluarga dan kehormatan jabatan yang dibangun bertahun-tahun kini berada di ambang kehancuran total akibat nafsu sesaat.


Hingga saat ini, publik menunggu keberanian Kades Saseel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara terbuka sebelum aparat penegak hukum melakukan jemput paksa untuk pemeriksaan lebih lanjut.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan