TAPUT, kompasone.com - Empat kali lolos membawa sabu lewat jalur udara, aksi kelima kurir berinisial AAA (21) warga Aceh Utara akhirnya berakhir di borgol, Saat hendak terbang ke Jakarta dengan membawa sekitar 2 kilogram sabu dari Bandara Silangit, Kamis (19/3).
Kecurigaan petugas bandara terhadap gerak-gerik pelaku saat check-in menjadi awal terbongkarnya upaya penyelundupan tersebut.
Koordinasi cepat dengan kepolisian bandara membuat pelaku tak sempat masuk ke ruang tunggu.
Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu W. Baringbing membenarkan penangkapan tersebut.
Dia mengatakan personel Sat Narkoba yang tiba di lokasi langsung menggeledah barang bawaan pelaku.
“Hasilnya, ditemukan sabu yang disembunyikan di dalam lipatan 12 celana jeans di dalam tas, dengan berat sekitar 2 kilogram. Dihadapan petugas, AAA tak bisa mengelak," ujarnya.
Kepada petugas katanya AAA mengaku hanya sebagai kurir yang diperintahkan membawa barang itu ke Jakarta untuk diserahkan kepada seseorang yang tidak dikenalnya.
Komunikasi dilakukan secara tertutup melalui aplikasi Zangi, sementara pengambilan barang dilakukan di Medan dengan sistem kode khusus untuk memastikan identitas.
Untuk sekali jalan, pelaku dijanjikan upah Rp35 juta. Tersangka kepada petugas juga menyebut kalau dirinya sudah empat kali berhasil meloloskan sabu dari Bandara Silangit dengan jumlah bertahap, pertama 2 kg, 2 kg, 1,7 kg, dan 1 kg.
Tersangka juga pernah sukses mengirim 1,3 kg sabu melalui Bandara Internasional Minangkabau. Seluruh barang tersebut disebut berasal dari Aceh.
Kini, aksi kelima menjadi akhir dari jejak pelarian pelaku. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk pemasok dari Medan dan Aceh serta pemesan di Jakarta.
(Bernat Lumbagaol)
