Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sinergi Akselerasi, MPPG Sumenep Perkuat Standardisasi Gizi Melalui Koordinasi Strategis

Selasa, Februari 17, 2026, 12:53 WIB Last Updated 2026-02-17T05:54:01Z

 


SUMENEP, Kompasone.com – Dalam upaya memanifestasikan kedaulatan gizi generasi bangsa, Majelis Pembina Penggerak Generasi (MPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep kembali menggelar agenda Koordinasi dan Evaluasi Rutin Bulanan. Bertempat di Hotel Myze, Kecamatan Kota Sumenep, pertemuan ini menjadi forum krusial dalam menyelaraskan visi operasional antara pemangku kebijakan, institusi pendidikan, dan unit produksi pangan.


Dipimpin langsung oleh H. Mustain Samaji, Ketua MPPG MBG Sumenep, forum ini berfungsi sebagai instrumen audit kualitatif terhadap distribusi dan substansi nutrisi yang diterima oleh siswa-siswi. Kehadiran para kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa pengawasan program ini dilakukan secara partisipatif dan transparan.


Dalam arahannya, H. Mustain Samaji menekankan pentingnya Mekanisme Umpan Balik Terpadu. Beliau menegaskan bahwa setiap aspirasi dan dinamika yang terjadi di lapangan merupakan variabel penting untuk melakukan kalibrasi pada sistem kerja "Dapur MBG".


"Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah dialektika konstruktif. Kita menghimpun setiap masukan sebagai basis data untuk melakukan optimasi layanan, sehingga kebermanfaatan gizi dari pemerintah dapat terakomodasi secara presisi dan higienis," ujar H. Mustain Samaji.


Respon positif mengalir dari para praktisi pendidikan yang hadir. Salah satu Kepala Sekolah menyatakan bahwa forum ini merupakan langkah progresif yang sangat esensial bagi keberlangsungan program.


Optimalisasi Dapur. Memberikan ruang bagi pengelola dapur untuk melakukan pembenahan teknis berdasarkan fakta lapangan.


Akurasi Nutrisi . Menjamin bahwa asupan yang diterima siswa tetap sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.


Sinkronisasi Persepsi. Menyamakan standar operasional prosedur (SOP) antara penyedia manfaat dan penerima manfaat.


"Acara seperti ini sangat fundamental. Melalui koordinasi ini, pihak Dapur MBG dapat segera membenahi poin-poin krusial yang menjadi keluhan kami, sehingga motivasi dan masukan yang diberikan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak didik kami," ungkap salah satu kepala sekolah di sela-sela acara.


Pertemuan bulanan ini ditutup dengan penyusunan poin-poin rekomendasi yang akan segera diimplementasikan oleh unit-unit Dapur MBG di seluruh wilayah Sumenep. Dengan penguatan sistem koordinasi yang elegan dan terukur, Kabupaten Sumenep optimis dapat menjadi role model dalam keberhasilan implementasi program MBG secara nasional.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan