Cirebon, kompasone.com -Para sesepuh dan keturunan Kesultanan Cirebon, yang memiliki organisasi atau situs, membentuk paguyuban bernama "Paguyuban Wargi Kesultanan Cirebon Nusantara". Rabu, 11/2/2026.
Acara Pembentukan Paguyuban dipimpin oleh Hj.R.Hasan Basori di Desa Luwung, Kec. Mundu, Kab. Cirebon.
Tujuan Paguyuban melanjutkan amanah Sunan Gunung Jati, khususnya dalam penguatan gerakan sosial, keagamaan, dan tradisi budaya. Menjadi wadah gerakan moral, sosial, dan spiritual. Menggerakkan tradisi dan menjalankan amanah Sunan Gunung Jati. Menjadi organisasi kemasyarakatan untuk penguatan tradisi dan kegiatan keagamaan warga Kesultanan.
Paguyuban ini baru berusia 2 bulan dan sedang dalam proses legalisasi notaris. Anggota sementara adalah bagian dari "Terasunan Gunung Jati" (keturunan Sunan Gunung Jati). Paguyuban ini berfungsi sebagai "payung" bagi paguyuban-paguyuban lain yang mengatasnamakan kesultanan. Ketua paguyuban adalah Raden Ujang, yang memiliki perguruan pencak silat. Terdapat pembina dari para sesepuh.
Harapan bergerak untuk kemaslahatan umat dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Menghidupkan kembali pagelaran budaya di Cirebon. Memikirkan revitalisasi makam Sunan Gunung Jati. Sinergi antara pemerintah daerah (kabupaten dan kota) untuk program-program terkait. Pemerintah daerah dapat memasukkan nilai-nilai budaya dan bahasa daerah (Bahasa Cirebon) ke dalam kurikulum sekolah.
Paguyuban Wargi Kesultanan Cirebon Nusantara dibentuk sebagai wadah kolektif dari keturunan dan sesepuh Kesultanan Cirebon untuk melanjutkan warisan dan amanah Sunan Gunung Jati. Fokus utamanya adalah pada penguatan gerakan sosial, keagamaan, dan pelestarian tradisi budaya Cirebon.
Paguyuban ini berupaya menjadi organisasi kemasyarakatan yang inklusif, melayani masyarakat luas, dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memajukan budaya dan sejarah Cirebon, termasuk melalui pendidikan formal. Pembentukan paguyuban ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan berbagai elemen keturunan Sunan Gunung Jati dan mengoptimalkan upaya pelestarian warisan leluhur.
[tohirakmal]

