Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Duel "Maut" Berebut Takhta | Siapa Pewaris Kursi Kekuasan Sekda Sumenep?

Rabu, Februari 18, 2026, 19:45 WIB Last Updated 2026-02-18T12:46:06Z

Sumenep, Kompasone.com - Hari ini, Rabu (18/2/2026), tensi di birokrasi Kabupaten Sumenep lagi naik-naiknya. Semua mata tertuju pada layar gadget, memantau situs bkpsdm.sumenep.go.id. Kenapa? Karena hari ini adalah "hari penghakiman" bagi para kandidat yang berlaga di bursa lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).


Setelah nama-nama besar seperti Arif Firmanto dan Eri Susanto rontok di tengah jalan, kini panggung utama menyisakan enam kandidat yang siap adu mekanik. Namun, aroma politik di balik layar mulai tercium makin menyengat.


Pengamat politik kawakan sekaligus eks Ketua Partai Demokrat Sumenep, Ach Djoni Tunaedy atau yang akrab disapa Bung Jon—melempar spekulasi panas. Menurutnya, hasil akhir dari proses assessment di Surabaya ini bakal mengerucut pada dua skenario besar alias dua paket kandidat.


Paket Pertama (The Titans). Agus Dwi Saputra, Chainur Rasyid (Inung), dan Rahman Riadi.


Paket Kedua (The Challengers). Ferdiansyah Tetrajaya, Achmad Dzulkarnain, dan Mohamad Iksan.


"Hemat saya, bakal ada dua paket yang muncul. Prediksi saya, nama Agus Dwi Saputra masih jadi calon kuat yang dibayangi ketat oleh Inung," celetuk Bung Jon dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.


Meski tes assessment sudah dilewati, Bung Jon yang juga pengusaha kelas kakap ini mengingatkan bahwa nilai di atas kertas bukan segalanya. Jabatan Sekda bukan cuma soal pintar-pintaran, tapi soal loyalitas tanpa batas dan siapa yang paling "klik" dengan sang penguasa.


"Mau sehebat dan sekompeten apa pun hasil assessment, Pansel cuma kasih tiga nama. Penentu 'pewaris takhta' tetap ada di tangan Bupati sebagai eksekutor terakhir," tegasnya.


Bung Jon yang mengaku sudah kenyang makan asam garam politik termasuk sukses melejitkan kursi Demokrat di parlemen menilai bahwa jabatan Sekda adalah jabatan strategis yang butuh restu khusus dari Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.


Sementara itu, Kepala BKPSDM Sumenep, Benny Irawan, tetap kalem menanggapi prahara ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai prosedur lelang terbuka. Siapa pun yang masuk tiga besar adalah murni hasil seleksi yang akan diumumkan sesuai jadwal.


Namun, publik sudah terlanjur penasaran. Siapa dari "tiga banteng" birokrasi ini yang akhirnya bakal memegang tongkat komando administratif Sumenep periode 2026-2029?


Apakah prediksi Bung Jon bakal meleset, atau justru ini hanya formalitas menuju pelantikan nama yang sudah "dikunci"? Kita tunggu saja detiknya di BKPSDM.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan