Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Taput Percepat Rehabilitasi Pascabencana Hidrometeorologi

Kamis, Januari 29, 2026, 20:21 WIB Last Updated 2026-01-29T13:21:40Z


TAPUT, kompasone.com – Pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara sepanjang 2025 kini memasuki fase krusial, memastikan pemulihan berjalan tepat sasaran dengan memfinalkan data By Name By Address (BNBA).


Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penetapan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin langsung Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (29/1).


Rapat ini turut dihadiri Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, camat, serta kepala desa wilayah terdampak.


Dalam arahannya, Bupati Jonius menyebut bahwa sejak penetapan status darurat hingga masa transisi saat ini, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.


Dia juga menyebut Taput termasuk daerah yang cepat merespons pemutakhiran data dana tunggu hunian, dan capaian tersebut harus terus diperkuat.


Namun di balik proses kebijakan, masih ada persoalan kemanusiaan yang harus segera diselesaikan.


Hingga saat ini, tujuh kepala keluarga masih tinggal di pengungsian, baik di gereja maupun tenda di Desa Sibalanga. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pengungsi segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang direncanakan mulai dibuka pada pekan depan.


“Kita targetkan minggu depan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian,” tegas Bupati.


Finalisasi data BNBA menjadi fondasi penting dalam penyaluran bantuan rumah rusak. Pemerintah daerah telah menyelesaikan tahapan verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan rumah kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan, dengan menegaskan bahwa bantuan pemerintah bersifat stimulan dan tidak mengganti kerugian secara menyeluruh.


Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tapanuli Utara memaparkan bahwa data awal yang dihimpun dari desa dan kecamatan berjumlah 957 unit, termasuk lahan pertanian.


Setelah dilakukan verifikasi lapangan selama satu minggu dan uji publik selama tiga hari di 56 desa, ditemukan sejumlah data ganda, termasuk NIK yang sama, sehingga dilakukan pemadanan data bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).


Hasil akhir menunjukkan terdapat 258 unit rumah rusak berat, 39 unit rusak sedang, dan 189 unit rusak ringan. Data inilah yang kemudian ditetapkan sebagai BNBA resmi calon penerima bantuan.


Rapat koordinasi ditutup dengan penandatanganan data BNBA oleh Bupati Tapanuli Utara bersama unsur Forkopimda.


 (Bernat L Gaol)

Iklan

iklan