Sumenep, Kompasone.com - Kalau ada penghargaan untuk kategori "Pejabat Paling Tenang di Tengah Badai", Camat Lenteng, Supardi, mungkin jadi kandidat kuatnya. Bagaimana tidak? Saat Desa Meddelan sedang diguncang rentetan dugaan skandal yang viral ke mana-mana, sang Camat justru memilih jurus diam seribu bahasa.
Padahal, sebagai "perpanjangan tangan" Bupati Sumenep, Camat punya mandat jelas dalam PP No. 17/2018 untuk membina dan mengawasi desa. Tapi di Lenteng, fungsinya seolah macet total. Publik pun bertanya-tanya. Supardi ini memang kalem, atau pura-pura budeg soal borok di wilayahnya?
Daftar "Dosa" Desa Meddelan yang Bikin Geleng Kepala, Bukan tanpa alasan warga dan media berisik. Di Desa Meddelan, aroma penyimpangan tercium menyengat dari berbagai sudut. Berikut "menu" masalah yang gagal direspon cepat oleh pihak kecamatan.
1_Proyek Siluman TPT 2025. Pembangunan tanpa identitas yang muncul tiba-tiba.
2_Skandal Kambing BUMDes. Dugaan korupsi pengadaan ternak yang baunya sampai ke mana-mana, kecuali ke kantor camat.
3_Aspal Tanpa Papan / Perbaikan jalan yang dikerjakan layaknya misi proyek rahasia intelijen minim transparansi, nihil informasi. "Paham Tupoksi Nggak, Sih?"
Koordinator Aliansi Lintas Media, Hendra Parlente tak kuasa menahan kegeramannya. Menurutnya, sikap cuek Camat Lenteng ini bukan cuma tidak profesional, tapi juga mempermalukan Bupati Kabupaten Sumenep selaku atasannya.
“Camat Lenteng ini paham Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) tidak? Mestinya kalau ada kegaduhan di wilayah kekuasaannya, dia sigap bertindak. Bukan malah mematung! Minimal panggil itu Kades Meddelan, tanya bener nggak kasus yang liar di masyarakat,” tegas Hendra dengan nada sinis
Ea juga mendesak agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat segera turun tangan. "Camat ini harus dievaluasi juga. Kalau kerjaannya cuma diam saat wilayahnya gaduh, itu namanya tidak becus!" tambahnya.
Konfirmasi Diabaikan, HP Aktif, Tapi Orangnya 'Hilang'. Hingga berita ini naik ke langit tujuh , Camat Supardi tetap setia dengan aksi bisunya. Meski dihubungi awak media dan dipastikan nomor ponselnya aktif, sang Camat tetap tidak bergeming. Sikap diam dan acuh tak acuh ini justru makin menyulut kecurigaan.
Ada apa antara Camat Lenteng dan Desa Meddelan? Apakah ada "titipan" yang harus dijaga, atau memang kapasitas kepemimpinannya yang perlu dipertanyakan?
Rakyat Meddelan butuh solusi, bukan aksi diam ala patung Kuda terbang di selamat datang. Jika sidak tak dilakukan dan Kades tak dipanggil, jangan salahkan publik jika mereka menganggap Camat Lenteng sedang asyik "tidur" di tengah carut-marut pemerintahan desa.
(R. M Hendra)
