Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Puskesmas Ngantru Tulungagung Jawa Timur Laksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Bagi Siswa Sekolah

Rabu, November 19, 2025, 13:15 WIB Last Updated 2025-11-19T06:16:39Z

Tulungagung, kompasone.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan meluncurkan Program Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia. Program ini menargetkan anak usia 7 sampai dengan 17 tahun yang belajar di jenjang SD, SMP, dan SMA termasuk SLB serta sekolah rakyat.


Kepala Puskesmas Ngantru Tulungagung Jawa Timur, dr Dedi Hariyanto mengatakan program CKG Sekolah merupakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi dini kondisi pra-penyakit, dan mendeteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah.


"CKG sekolah ini penting dilaksankan guna untuk mewujudkan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental," kata dr Dedi kepada kompas-one, (29/8/25).


Untuk mendukung Program tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui puskesmas - puskesmas yang ada diwilayah kerjanya melaksanakan pemeriksaan langsung di sekolah-sekolah.


"Hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara efisien, agar bisa langsung ditangani oleh tim kesehatan dari puskesmas," lanjut dr Dedi.


Menurut dr Dedi, untuk wilayah kerja Puskesmas Ngantru telah melakukan skreening kepada semua siswa sekolah yakni 23 (dua puluh tiga) di tingkat SD/MI, 2 (dua) SMP/MTs, dan 2 (dua) SMA/SMK.


"Waktu pelaksanaan program kami laksanakan mulai bulan Agustus sampai dengan September 2025," terang pria kalem yang juga pengusaha ayam ini.


Dalam program cek kesehatan gratis ini Puskesmas Ngantru melakukan beberapa pemeriksaan meliputi pemeriksaan antropometrie (pengukuran dimensi fisik tubuhmanusia seperti tinggi, berat,lingkar kepala, dan lingkar lemakuntuk menilai status gizi,pertumbuhan, dan komposisi tubuh), indera (mata dan pendengaran), gigi dan laboratorium.


"Totat jumlah anak sekolah yang telah diperiksa adalah 4.000 siswa meliputi tingkat SD, SMP, dan SMA," lanjut dr Dedi.


Masih menurut dr Dedi, dari hasil pemeriksaan di sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Ngantru, terdapat sebanyak 8% anak yang harus dirujuk ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Dan selanjutnya rapot hasil pemeriksaaan kesehatan anak- anak ini akan disampaikan melalui nomor handphone yang telah terdaftar di aplikasi satu sehat," tambah dr Dedi.


Langkah strategis diambil oleh Puskesmas Ngantru untuk mengantisipasi dan menjaga tingkat kesehatan siswa sekolah yang ada di wilayan kerjanya yakni dengan melakukan sosialisasi melalui pertemuan lintas sektor, koordinasi dengan sekolah serta melakukan pemeriksaan anak - anak sesuai jadwal yang teratur.


Untuk sekedar diketahui, ada beberapa jenis pemeriksaan dalam program cek pemeriksaan gratis (CKG) yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa yaitu :


Siswa SD (usia 7-12 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, telinga, mata, gigi, TBC, Hepatitis B, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi (untuk kelas 4-6), deteksi dini merokok (kelas 5-6), aktivitas fisik (kelas 4-6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).


Siswa SMP (usia 13-15 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, Hepatitis B dan C, serta skrining talasemia dan anemia (khusus kelas 7) dan riwayat imunisasi HPV (untuk siswi kelas 9).


Siswa SMA (usia 16-17 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, talasemia, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, dan Hepatitis B dan C, serta anemia remaja putri (untuk kelas 10).


Dan dalam pelaksanaannya , siswa diminta untuk mengisi formulir skrining kesehatan yang disediakan oleh sekolah, dan formulir tersebut harus ditandatangani oleh orang tua sebagai bentuk persetujuan.


# sigit

Iklan

iklan