TAPUT, kompasone.com – Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Tapanuli Utara periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di Sopo Partungkoan Tarutung, Senin (17/11).
Ketua IPSM Taput, Teddy Simanungkalit, menyampaikan bahwa IPSM yang terbentuk pada April 2025 kini memiliki 75 anggota terdaftar di aplikasi E-PKSKS Kementerian Sosial.
Para anggota itu katanya mewakili 225 desa dan kelurahan dengan estimasi jangkauan pelayanan sekitar 300 ribu jiwa, terutama masyarakat prasejahtera.
Teddy juga menegaskan PSM merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam pendataan, pemutakhiran data, serta penanganan layanan sosial bagi keluarga penerima manfaat, penyandang disabilitas hingga kelompok rentan.
Dia meminta pemerintah daerah memberikan pengakuan formal dan memperkuat kapasitas relawan melalui berbagai pelatihan.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar P. Hutabarat, mengapresiasi pengukuhan IPSM Taput dan menilai keberadaan relawan sosial penting untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan pemerintah.
JTP membuka peluang dukungan hibah serta menekankan pentingnya pendataan sosial yang akurat dan edukasi publik untuk menghindari aktivitas merugikan seperti judi online.
Ketua TP PKK Taput, yang juga menjadi penginisiasi terbentuknya IPSM di daerah tersebut, menegaskan pentingnya gerakan sosial berbasis empati.
Ia berharap IPSM dapat menjadi semangat pelayanan yang hidup di seluruh 241 desa, 11 kelurahan, dan 15 kecamatan di Tapanuli Utara.
Sementara Ketua IPSM Sumatera Utara, Muchrid Nasution, serta Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Radik Karsadiguna, turut menyampaikan bahwa IPSM merupakan pilar penting dalam penanganan masalah sosial.
Pengukuhan IPSM–PSM Taput kemudian dinilai sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan sosial berbasis masyarakat.
(Bernat L Gaol)
