Dekai, kompasone.com – Perayaan Gerbang Natal Tahun 2025 yang digelar oleh Persekutuan Gereja-Gereja Yahukimo (PGGY) bersama Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan masyarakat berlangsung penuh khidmat di Gereja GKI Metanoia Dekai. Ibadah ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan Natal di Kabupaten Yahukimo. Jumat, 8 November 2025.
Ibadah dipimpin di bawah sorotan tema: “Yesus adalah satu-satunya Juruselamat” (Kisah Para Rasul 4:12), serta subtema: “Melalui Perayaan Gerbang Natal Tahun 2025, umat Tuhan mengimani bahwa di luar Yesus tidak ada keselamatan.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Holiek Kobak, S.Th, mengajak seluruh umat Tuhan menjadikan momen Gerbang Natal sebagai kesempatan memperbarui iman, hidup dalam pertobatan, serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat Yahukimo.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH., MH., melalui Asisten II Bongga Sumule, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa Gerbang Natal merupakan momentum rohani untuk mengarahkan hati dan pikiran pada makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
“Tahun 2025 juga ditetapkan sebagai Tahun Pengucapan Syukur, dengan puncak acara pada 11 Desember 2025 bertepatan dengan HUT Kabupaten Yahukimo ke-22,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kedamaian—baik secara pribadi, dalam keluarga, jemaat, maupun kehidupan sosial sebagai warga Kabupaten Yahukimo.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten II menegaskan sikap pemerintah mengenai keamanan daerah. Ia menyampaikan penolakan terhadap tindakan penggunaan granat atau bom oleh aparat keamanan dan berharap peristiwa serupa tidak pernah terulang.
“Pemerintah menekankan pentingnya penegakan hukum positif. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam insiden tersebut,” tegasnya.
Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada PGGY, seluruh denominasi gereja, DPRK, TNI/Polri, para kepala suku, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pemeliharaan keamanan di Yahukimo.
“Perayaan ini menjadi momentum mempererat kerukunan dan memperkuat komitmen bersama untuk membangun Yahukimo yang aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.
Ketua Panitia, Marthen Pasulu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembukaan Gerbang Natal pada tanggal 28 November ini menjadi tanda dimulainya rangkaian ibadah dan perayaan Natal di seluruh gereja, instansi, organisasi, paguyuban, dan keluarga-keluarga di Kabupaten Yahukimo.
“Inilah saatnya umat Tuhan memasuki masa Natal dengan hati bersyukur. Tema Natal menegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, satu-satunya jalan keselamatan,” ujarnya.
Ia berharap rangkaian perayaan Natal tahun ini dapat berlangsung dengan hikmat, aman, dan damai, tanpa ada peristiwa yang mengganggu ketenangan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan kedamaian. Jangan kotori Natal dengan kekerasan, tetapi marilah kita merayakannya dengan sukacita, damai, dan pengharapan sesuai motto Kabupaten Yahukimo: Aman, Damai, dan Sejahtera,” lanjutnya.
Di akhir sambutan, Ketua Panitia menyampaikan ucapan:
“Selamat menyongsong Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026. Kiranya Tuhan Yesus memberkati seluruh masyarakat Kabupaten Yahukimo.”
Perayaan Gerbang Natal dihadiri oleh pengurus PGGY, pimpinan OPD, perwakilan gereja-gereja, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta umat dari berbagai denominasi. Suasana ibadah berlangsung tertib, meriah, dan mencerminkan kuatnya spirit persatuan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.
Vekson Aliknoe

