Sumenep, Kompasone.com — Nama drg. Novia Sri Wahyuni, M.Kes, Kepala Puskesmas (Kapus) Pamolokan yang dikenal ramah dan berjiwa sosial, baru-baru ini menjadi sorotan publik terkait persoalan parkir yang terjadi di area depan puskesmas. Kejadian ini mencuat di tengah kemeriahan festival akbar Karapan Sapi Piala Presiden yang digelar di Lapangan Giling, Pamolokan, pada Minggu, 14 September 2025 lalu.
Acara yang selalu dinantikan oleh masyarakat ini tak hanya menarik ribuan penonton, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi banyak warga. Banyak di antara mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan atau menyediakan lahan parkir. Namun, salah satu area yang digunakan untuk parkir adalah halaman depan Puskesmas Pamolokan, yang menuai beragam komentar dari masyarakat.
drg. Novia Sri Wahyuni, yang akrab disapa dr. Novi, harus menghadapi situasi yang dilematis. Ia dikabarkan menerima kecaman dari sebagian pihak terkait penggunaan lahan puskesmas untuk parkir. Padahal, para pelaku parkir tersebut adalah warga yang berusaha mengais rezeki.
Ketika dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi whatsapp pribadinya, dr. Novi memberikan tanggapan yang mencerminkan kebijaksanaan dan kebesaran hati. Dengan nada lemah lembut yang santun, ia mengungkapkan rasa empatinya terhadap para warga. "Masak iya saya tega, Pak. Namanya saja orang numpang," ujarnya.
Pernyataan dr. Novi ini tidak hanya menunjukkan pemahaman akan kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat, tetapi juga mencerminkan akhlak terpuji. Sikapnya yang memilih untuk tidak mempermasalahkan penggunaan lahan tersebut, demi kelangsungan rezeki warga, semakin mengukuhkan citra dirinya sebagai sosok pemimpin yang mengutamakan kemanusiaan dan empati.
Hal iki menjadi pengalaman luar biasa bahwa di balik sulitnya mencari uang untuk menyambung hidup masih ada yang perduli dengan warga yang mengais rejeki di sebuah perayaan. Dalam dinamika sosial yang kompleks. Sikap drg. Novia Sri Wahyuni menunjukkan bahwa kebijaksanaan dan kebaikan hati seorang pemimpin mampu meredam ketegangan dan menumbuhkan rasa saling pengertian.
(R. M Hendra)
