Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Diduga Adanya Malapraktik di RS Trimitra, Pasien Ceasar

Minggu, September 07, 2025, 08:27 WIB Last Updated 2025-09-07T01:54:13Z

 


Cibinong, kompasone.com - Keluarga pasien (YP dan LT) diduga menjadi korban malapraktik di salah satu rumah sakit swasta di cibinong bogor, Ia menjalani operasi Caesar saat melahirkan yang dilakukan tidak profesional oleh dokter bedah (ROSALINA)


Korban mala praktik rumah sakit trimitra Yasinta Putri, suami : Liza Takwa. 


Operasi Ceasar tersebut berawal pada bulan November 2024. Keluarga (YP) memutuskan untuk melahirkan di rumah sakit swasta Trimitra cibinong dengan menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), program pemerintah karena tergolong keluarga kurang mampu. 


Namun trauma yang di dapat karena menyangkut nyawa yang hampir melayang karena di duga terjadi kelalaian dari pihak rumah sakit Trimitra kurang profesional dalam menanganinya pasien bedah Caesar yang di jadikan praktek dokter bedah. 


Korban saat di konfirmasi terkait dugaan mala praktik ia pun menceritakan, sebenarnya ia sejak awalnya sudah curiga. Dokter Syarif pernah menyampaikan, kalau nanti operasi ulang, jangan pakai obat bius, karena ia alergi obat bius.


"Dan saya mulai curiga abis Caesar di dalam perut saya ada cairan berwana hijau. Sampai di sedot lewat hidung pakai selang sampai ke perut, pantes ajah perut saya membesar 3 kali lipat dari orang hamil, bahkan saat itu pun aku nafas susah, hampir hilang nyawa saya pak ini ada foto-fotonya,"  ujarnya. 


Karena trauma, akhirnya korban pindah rumah sakit. Setelah pulang dari rumah sakit, ia menahan sakit  selama kurang lebih 8 bulan. Karena ada kegagalan oprasi, dan akhirnya korban pindah ke Rumah sakit lain karena udah keburu trauma. Sebelumnya di USG kata dokter usus bengkak.


"Namun saat aku berusaha berobat ke Rumah sakit lain, pihak RS Trimitra mencari saya agar balik lagi ke rumah sakit Trimitra. Ini pun ada dugaan takut ketauan di perut ada kain kasa," ungkapnya.


Lanjut korban, seharusnya pun kalau keluar dari rumah sakit, seharusnya ia dapat hasil rontigen atau USG. "Kenapa ga di kasih data hasil itu, kan makin takut saya curiga makin trauma," 


(YP) meminta pertanggung jawaban yang diduga  menjadi korban mala praktik oleh rumah sakit. YP merasa dirugikan secara material, uang sudah habis-habisan dan mental pun juga terkena. 


"Ketemu orang juga takut. dan akhirnya saya berobat di luar juga habis-habisan sampai mau jual kontrakan. Asli, saya kecewa banget sama rumah sakit Trimitra saya manusia di jadikan percobaan," keluhnya.


Pihak humas rumah sakit Trimitra saat di temui, belum bisa memberikan keterangan. Selasa (26/8/25). Karena mau ada kegiatan di luar. Humas meminta nomer telpon dari salah satu awak media, dan mengatakan  nanti akan dihubungi.


Hingga berita  ini di terbitkan pihak rumah sakit belum menghubungi, memberikan keterangan.


Tim / Se'fer HP

Iklan

iklan