TAPUT, kompasone.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melaporkan realisasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak (BSRR) bagi korban bencana hidrometeorologi telah mencapai sekitar 89 persen atau senilai Rp1,6 miliar dari total alokasi anggaran Rp1,8 miliar.
Laporan tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Jonius Hutabarat, saat mengikuti Rapat Evaluasi BSRR yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sudaryanto, secara virtual dari kawasan Hunian Tetap Kecamatan Adiankoting, Senin (6/7).
Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat menjelaskan bahwa pihaknya kini kembali melakukan pendataan terhadap rumah rusak ringan menyusul terbitnya regulasi baru mengenai penanganan dampak banjir.
Pendataan tersebut menjadi dasar pengajuan bantuan bagi warga yang memenuhi persyaratan.
Selain itu, JTP menyampaikan hingga kini masih terdapat sekitar 97 unit Hunian Tetap (Huntap) mandiri yang belum terealisasi. Setiap kepala keluarga direncanakan menerima bantuan sekitar Rp60 juta untuk pembangunan rumah.
Pihaknya juga mengusulkan agar BNPB kembali memproses pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk tiga bulan terakhir guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama menunggu pembangunan hunian tetap.
(Bernat L. Gaol)
