Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jumat Berkah Satlantas Polres Kuningan, Bantu Tiga Anak Kembar Tunanetra Penghafal Al-Qur'an

Sabtu, Juli 18, 2026, 19:24 WIB Last Updated 2026-07-18T12:25:07Z

 


Kuningan, kompasone.com -Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jumat 17 Juli 2026.


Tiga anak kembar penyandang disabilitas netra yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur'an, menerima kunjungan sekaligus bantuan sosial dari Unit Gakkum Satlantas Polres Kuningan.


Dalam kegiatan bertajuk Jumat Berkah tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan, Iptu Sri Martini menyerahkan tiga boks berisi sembako dan makanan, serta bantuan uang tunai kepada keluarga Ahmad Taufik (54).


Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga, yang tetap tegar mendampingi anak-anaknya menempuh pendidikan dan menghafal Al-Qur'an meski memiliki keterbatasan penglihatan.


Ahmad Taufik menceritakan, ketiga putra kembarnya mengalami disabilitas netra sejak lahir.


Menurutnya, kondisi tersebut dipicu karena mereka lahir prematur saat usia kandungan sekitar enam bulan sehingga perkembangan saraf, khususnya saraf mata, belum sempurna.


"Ketiganya lahir prematur. Kata dokter, karena sarafnya belum berkembang sempurna, akhirnya berdampak pada penglihatannya.”


“Dari tiga anak itu, satu masih memiliki sedikit kemampuan melihat, tetapi hanya dalam jarak yang sangat dekat," tutur Ahmad.


Ia mengungkapkan, ketiga anaknya sempat menjalani perawatan intensif di inkubator selama sekitar 40 hari setelah dilahirkan. Meski memiliki keterbatasan fisik, mereka justru menunjukkan semangat belajar yang luar biasa.


Ketiga anak tersebut bernama Farhan, Farhat, dan Farhaz yang kini berusia 10 tahun dan lahir pada 3 September 2016.


Mereka merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Selain mereka, Ahmad memiliki seorang anak perempuan sebagai anak kedua, sementara anak lainnya laki-laki.


Saat ini, ketiganya menempuh pendidikan di SLB Perwari Kasturi Kuningan. Tidak hanya aktif belajar, mereka juga telah menyelesaikan program tahfidz dan mengikuti wisuda penghafal Al-Qur'an di Yayasan Netra Berkah Mandiri.


Cita-cita mereka masing-masing ada yang ingin menjadi Hafidz Qur'an, kemudian menjadi ustaz dan dosen.


AR

Iklan

iklan