Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Diduga KKN Anggaran, LSM PMPRI Desak KPK Periksa 45 Anggota DPRD Asahan

Kamis, Juli 09, 2026, 20:01 WIB Last Updated 2026-07-09T13:01:18Z

 

Kordinator Aksi, Hendra Syahputra tengah melakukan orasi

Jakarta, Kompasone.com - Puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) gelar aksi unjukrasa di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada Guntur, Setia Budi Jakarta Selatan DKI, Kamis (9/07/2026) sekira pukul 10:30 WIB. 


Mereka mendesak petugas anti rasuah itu memeriksa sebanyak 45 orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan karena diduga melakukan korupsi kolusi dan nepotisme(KKN) anggaran.


Dibawah pengawalan polisi dari Polda Metro Jaya rmassa melakukan orasi dengan pengeras suara.


"Kami minta pihak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa 45 anggota DPRD Asahan. Mereka kami duga sengaja meloloskan alokasi anggaran pokok pikiran (Pokir) yang merupakan usulan mereka. Tapi usulan tersebut,mereka sendiri yang mengerjakan," teriak kordinator aksi, Hendra Syahputra SP dalam orasinya digedung KPK.


Menurutnya, para anggota dewan itu menyuruh team sukses ( TS) mereka yang mengerjakan pokir. Bantuan hibah itu banyak yang diloloskan melalui usulan mereka.

"Banyak bantuan hibah yang diloloskan angggota DPRD Asahan melalui usulan mereka. Bagaimana aturan seperti itu," teriaknya lagi.


Semua dana hibah disalurkan pada team sukses mereka tanpa ada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Artinya mereka melakukan KKN berjamaah. "Jelas-jelas perbuatan yang dilakukan mereka (anggota DPRD-red) merukan KKN dan harus diusut," teriak Korlap aksi, Syafruddin Harahap dalam orasi bergantian.

Massa aksi bentang spanduk kecaman di depan kantor KPK

"Kami juga meminta KPK untuk segera turun ke Asahan,untuk memeriksa dokumen PT Citra Sawit Indah Lestari (CSIL) .Dimana PT perkebunan sawit tersebut, kami duga telah melakukan pengemplangan pajak sejak berdiri sehingga merugikan negara milyaran rupiah, "tegas Syafruddin Harahap alias Udin Menex dalam orasinya.


Usai melakukan orasi secara bergantian, akhirnya para pendemo diterima oleh petugas yang menjaga kantor gedung Merah Putih. Oleh petugas,mereka diminta untuk melaporkan secara resmi dengan memberikan data data yang lengkap.


"Rekan- rekan diminta untuk melaporkan pengaduan secara tertulis. Diminta untuk memasukan dengan bukti-bukti yang lengkap, biar diproses laporannya, "ujar salah seorang petugas yang berjaga di gedung KPK. 


Usai mendapat jawaban dari petugas, puluhan massa LSM PMPRI langsung membubarkan diri. Dibawah pengawalan petugas massa aksi meninggalkan lokasi dengan tertib kembali ke rumah masing-masing.


 (Arnes Arbain)

Iklan

iklan