KEPAHIANG, kompasone.com- Pemerintah Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, menunjukkan komitmen serius dalam percepatan penurunan stunting dengan menggelar Rembuk Stunting Tingkat Desa pada Rabu, 15 Juli 2026. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Kepahiang tidak hanya sekadar wacana, tapi benar-benar bergerak dari tingkat akar rumput.
Target Zero Stunting Semakin Dekat
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh seluruh elemen desa, mulai dari perangkat desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga perwakilan keluarga berisiko stunting. Fokus utama rembuk ini adalah memastikan program pencegahan dan penanganan stunting masuk dalam RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa) 2027.
"Ini bukan sekadar formalitas. Setiap desa di Kepahiang wajib mengalokasikan program nyata untuk stunting," tegas salah satu peserta rembuk, mengutip arahan pemerintah kabupaten yang menekankan bahwa stunting harus menjadi poin setiap kali rembuk bersama masyarakat.
Program Unggulan yang Diharapkan
Berdasarkan keberhasilan Kabupaten Kepahiang yang telah menurunkan angka stunting hingga di bawah 9% per November 2025, beberapa program unggulan diharapkan dapat diimplementasikan di Desa Air Sempiang:
1. Satu Telur Satu Balita (SaTe SaBa)
Program inovatif yang mewajibkan setiap keluarga dengan balita mendapatkan minimal satu telur per hari. Dana untuk program ini dialokasikan langsung dari Dana Desa minimal Rp25 juta per tahun.
2. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)
Melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pertumbuhan balita di desa, sehingga tidak ada satu pun anak yang terlewat dari pemantauan gizi.
3. Enam Langkah Emas di Tingkat Keluarga
DPPKBP3A Kepahiang telah mensosialisasikan 6 langkah praktis yang mulai diterapkan di Desa Air Sempiang:
Nutrisi Ibu Hamil dengan pemenuhan zat besi harian
ASI Eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan
MPASI Gizi Seimbang kaya protein hewani
Disiplin ke Posyandu untuk penimbangan rutin setiap bulan
Akses Air Bersih yang higienis
Higienitas Domestik menjaga kebersihan total lingkungan
Data yang Harus Dilaporkan Rutin
Kepala Desa Air Sempiang kini diminta melaporkan secara berkala data berikut ke pemerintah kabupaten:
Jumlah pengantin baru
Ibu hamil yang terdaftar
Ibu menyusui yang aktif di posyandu
Kondisi anak baduta (bawah dua tahun) yang kurang gizi dan terindikasi stunting
Capaian Mengesankan Kabupaten Kepahiang
Sebagai konteks, Kabupaten Kepahiang telah mencatatkan prestasi gemilang:
Februari 2025: Prevalensi stunting hanya 1,33% balita (data E-PPGBM)
November 2025: Angka resmi turun ke satu digit (di bawah 9%)
Target 2026: Zero new stunting melalui berbagai program inovatif
Komitmen Bersama
Rembuk Stunting di Desa Air Sempiang ini bukan sekadar seremonial, melainkan commitment bersama untuk memastikan generasi mendatang terbebas dari bayang-bayang stunting. Dengan masuknya program ini dalam RKPDes 2027, diharapkan Desa Air Sempiang dapat menjadi model desa bebas stunting di Kecamatan Kabawetan.
"Kami berharap tahun depan, tidak ada lagi balita di Air Sempiang yang mengalami stunting. Semua harus tumbuh optimal, sehat, dan cerdas," pungkas salah satu kader posyandu yang hadir dalam rembuk tersebut.
(tarmizi)

