Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

196 Rumah dan Lahan Pertanian di Simangumban Terdampak Banjir dan Longsor

Kamis, April 23, 2026, 20:42 WIB Last Updated 2026-04-23T13:46:50Z

 


TAPUT, kompasone.com - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sejak Rabu (23/4) memicu banjir dan tanah longsor pada Kamis (24/4) dini hari tadi.


Material berupa air, lumpur, batu, dan kayu dari perbukitan menerjang permukiman di tiga desa, yakni Aek Nabara, Simangumban Julu, dan Dolok Sanggul. Sedikitnya 196 rumah terdampak, terdiri dari 4 rumah hanyut, 18 rusak berat, serta ratusan lainnya tertimbun lumpur.


Bencana juga merusak infrastruktur, termasuk satu jembatan penghubung antarwilayah yang putus akibat tergerus arus sungai, serta sebuah mushola yang mengalami kerusakan berat.


Di sektor pertanian, sekitar 20 hektare sawah menjelang masa panen ikut terendam dan tertimbun lumpur, sehingga dipastikan gagal panen.


Warga setempat masih melakukan pembersihan secara manual sambil menyelamatkan barang yang tersisa.


Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah dikerahkan untuk membuka akses jalan dan penanganan darurat.


Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyatakan kondisi di lokasi masih sulit akibat banyaknya material longsor, namun memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


(Bernat L Gaol)

Iklan

iklan