Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ramadhan sebagai Madrasah Rohani: Mengupas Tiga Tingkatan Puasa di Masjid Nurul Iman Kepitu

Jumat, Februari 20, 2026, 13:13 WIB Last Updated 2026-02-20T06:13:32Z

 


Sleman, kompasone.com – Suasana khidmat menyelimuti Dusun Kepitu, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, pada siang hari ini, Jumat (20/2/2026). Ratusan jamaah memadati Masjid Nurul Iman untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat perdana di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.


Dalam kesempatan ini, Ustadz Kabid hadir sebagai khatib untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual di hadapan para jamaah yang antusias mengawali pekan pertama bulan puasa.

Dalam khutbahnya, Ustadz Kabid menekankan bahwa bulan Ramadhan bukanlah sekadar rutinitas tahunan menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah "Madrasah Rohani". 


Menurutnya, Allah SWT secara khusus memanggil orang-orang yang beriman untuk masuk ke dalam madrasah ini guna menempa karakter dan ketaqwaan.

"Panggilan puasa adalah panggilan cinta dari Allah kepada orang beriman agar kita naik kelas secara spiritual," tegasnya di atas mimbar.


Mengutip pemikiran ulama besar Imam Al-Ghazali, Ustadz Kabid menjelaskan bahwa kualitas puasa seseorang terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu yang pertama Puasa Orang Awam (Shaum al-Umum). "Ini merupakan tingkatan paling dasar di mana seseorang hanya mampu menahan diri dari pembatal puasa secara fisik, yakni makan, minum, dan hubungan suami istri," katanya.


Selanjutnya adalah Puasa Khusus (Shaum al-Khusus), yaitu puasa orang-orang istimewa yang tidak hanya menahan perut, tetapi juga "mempuasakan" seluruh panca inderanya. "Mata, telinga, lidah, tangan, hingga kaki dijaga ketat dari segala perbuatan maksiat dan hal yang sia-sia," jelas Ustadz Kabid.


Yang ketiga adalah Puasa Khusus al-Khusus, yang merupakan tingkatan tertinggi yang dijalankan oleh para Nabi dan Auliya. "Pada level ini, hati dan pikiran ikut berpuasa dengan cara melepaskan keterikatan pada urusan duniawi dan sepenuhnya hanya mengingat Allah SWT (dzikrullah)," terangnya.


Di akhir khutbah, Ustadz Kabid mengajak seluruh jamaah di Kepitu untuk berusaha mencapai tingkatan puasa khusus agar Ramadhan tahun ini memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku sehari-hari.


Bhenu

Iklan

iklan