Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Duel Maut Kursi Panas Menanti Ketukan Palu di Pendopo, Takdir Sekda Sumenep 2026

Kamis, Februari 19, 2026, 13:29 WIB Last Updated 2026-02-19T06:29:51Z

Sumenep, Kompasone.com – Tarik Nafas dalam-dalam, masyarakat sumenep semalam mendadak riuh. Tepat pukul 22.30 WIB, Rabu (18/2/2026), situs resmi BKPSDM Sumenep merilis "tiga singa" birokrasi yang resmi lolos tiga besar seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda). Nama-nama yang muncul sebenarnya tidak mengejutkan bagi mereka yang paham peta kekuatan, namun tensinya kini jauh lebih tinggi.


Tiga nama besar yang kini berada di puncak klasemen adalah Agus Dwi Saputra, Chainur Rasyid (Inung), dan R. Abd. Rahman Riadi. Ketiganya bukan orang sembarangan; mereka adalah "pejabat teras" dengan rekam jejak yang mentereng.


Pengamat politik dan kebijakan publik, Ach Djoni Tunaed atau yang akrab disapa Bung Jon menilai hasil ini sangat fair dan transparan walaupun menurutnya ini hanya sekedar formalitas, karena yang terpilih tetap Agus. Namun, jika dibedah lebih dalam, ada dinamika menarik yang bisa membuat kalkulasi politik berubah di menit-menit terakhir.


Agus Dwi Saputra Sebagai jebolan IPDN/STPDN, Agus punya DNA birokrasi yang kental. Posisinya di DPMD dinilai sangat strategis dan linier. Secara administratif, ia adalah "anak emas" sistem.


Chainur Rasyid (H. Inung), Inilah sosok yang disebut-sebut mulai menggoyang dominasi Agus. Meski menjabat di Dinas Pertanian dengan latar belakang ekonomi, Inung punya kekuatan di jejaring politik dan relasi kekuasaan yang tak bisa diremehkan. Gasss 


Apalagi R. Abd. Rahman Riadi, Sang "Kuda Hitam" yang menyandang gelar Doktor (S3). Meski secara jam terbang kepala dinas (OPD) ia masih di bawah dua pesaingnya, intelektualitas dan kualifikasi pendidikannya adalah nilai tawar yang sangat mahal. 


Bung Jon menyoroti bahwa pertarungan ini bukan lagi sekadar adu nilai assessment. Di level tiga besar, urusannya sudah masuk ke ranah relasi kekuasaan dan jejaring politik.


"Peta kekuasaan mulai berubah sejak Inung lolos 3 besar. Dominasi Agus mulai digoyahkan. Jangan salah, Inung bisa saja pencet Nitrous Oxide System (NOS)tombol turbo di menit terakhir. Dalam politik, kemenangan seringkali ditentukan di fase injury time," tegas Bung Jon.


Secara teknis, ketiga kandidat ini sudah memenuhi syarat integritas dan kompetensi sesuai PP No. 17/2020. Namun, jabatan Sekda adalah jabatan "Panglima Birokrasi" yang harus bisa menjadi jembatan antara kepentingan politik Bupati dan stabilitas pemerintahan.


Keunggulan Utama Status masing masing Kandidat mulai dari Agus Dwi Saputra Linieritas & Kader IPDN Calon Kuat


Chainur Rasyid Jejaring Politik & Relasi Kuat Sang Penantang sejati


R. Abd. Rahman Kualifikasi Akademik (Doktor)Kuda Hitam yg saat ini menjadi ancaman serius bagi kedua calon terkuat Agus dan Chainur Rasyid.


Namun, walau bagaimanapun Palu Godam ada ditangan Bupati Sumenep. Siapa yang akhirnya dipilih untuk menjadi "Banteng Birokrasi" selanjutnya? Apakah si teknokrat murni, si politis ulung, ataukah si intelektual bergelar doktor yang sedang menjadi Ancaman berat saat ini?


Wallahu a'lam bishawab "Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya."


(R. M Hendra)

Iklan

iklan