Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ramadhan 1447H, Prof.Rokhmin Dahuri Ajak Umat Menyambut Bulan Cahaya dengan Ibadah, Silaturahim, dan sedekah

Jumat, Februari 20, 2026, 10:16 WIB Last Updated 2026-02-20T03:16:42Z

Cirebon, kompasone.com - Ramadhan 1447 Hijriah/2026 bukan sekadar bulan puasa, melainkan arena perlombaan spiritual yang lebih dahsyat daripada Olimpiade dunia. Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Si., menyerukan umat muslim untuk menyambut bulan suci dengan gegap gempita, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.  


“Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Bulan ini bukan hanya penuh berkah, rahmat, dan ampunan, tapi juga bulan di mana setiap ibadah kita dilipatgandakan pahalanya. Kalau di dunia bisnis ada bonus tahunan, maka Ramadhan adalah bonus spiritual sepanjang bulan,” tutur Prof. Rokhmin, yang juga anggota Komisi IV DPR RI, dengan nada penuh kehangatan, dikutip Jum'at (20/2).


Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.


Ia mengibaratkan Ramadhan sebagai “stadion akbar” tempat umat muslim berlomba-lomba mengumpulkan pahala. Shalat lima waktu adalah tiket masuk, sementara tarawih, tahajud, tadarus, dan dzikir adalah pertandingan tambahan yang menentukan siapa juara sejati. 


“Ramadhan waktunya sprint ibadah. Jangan cuma jadi penonton, jadilah pemain utama. Shalat lima waktu adalah kewajiban, namun Ramadhan mengajarkan kita untuk melangkah lebih jauh. Tarawih, tahajud, tadarus, dzikir, semua menjadi jalan menuju ketenangan jiwa. Dan jangan lupa, Ramadhan juga tentang berbagi, tentang kepedulian sosial yang mengikat hati,” ujarnya..  


Tak berhenti di situ, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini juga menyoroti pentingnya silaturahim dan kepedulian sosial.


“Hablumminannas itu bukan sekadar basa-basi. Kalau bisa, jadilah tangan di atas. Rajin bersedekah, bantu sesama. Jangan sampai Ramadhan hanya jadi festival kuliner malam hari, tapi miskin aksi sosial,” tandasnya dengan nada satir.  


Prof. Rokhmin menutup pesannya dengan gaya khas seorang pemimpin spiritual sekaligus akademisi. Ia menyampaikan salam Ramadhan dengan kelembutan seorang guru sekaligus sahabat:


“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Mohon maaf atas segala khilaf. Semoga Ramadhan ini menjadi cahaya yang menuntun kita menuju keberkahan dan ampunan Allah SWT. Mari kita jadikan Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas, tapi revolusi hati dan perilaku," imbuh Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004.


[tohirakmal]

Iklan

iklan