Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Di Antara Tangis dan Doa H. PIU | Catatan Syukur dari Ruang Perawatan Sumenep

Kamis, Februari 19, 2026, 16:41 WIB Last Updated 2026-02-19T09:41:17Z

Sumenep, Kompasone.com - Waktu terkadang bekerja dengan cara yang sulit ditebak. Ia bisa datang membawa beban yang menyesakkan dada, namun di detik yang sama, ia mampu menyuguhkan anugerah yang membasuh luka. Begitulah potret hidup yang dialami sebuah keluarga di Sumenep pada awal Februari 2026—sebuah fase yang mereka sebut sebagai "pertemuan antara ujian dan anugerah."


Februari baru saja menyapa ketika takdir menghadirkan dua narasi besar dalam satu waktu. Di satu sudut ruang RSUD Sumenep, sang buah hati, Zeana, harus terbaring lemah melawan sakit. Di sudut lain, tepatnya di RS Estoe Ebhoe, sang istri tengah berjuang di antara hidup dan mati dalam proses persalinan.


Bagi seorang ayah, situasi ini adalah kemelut batin yang hebat. Ada kecemasan yang membuncah saat menatap mata Zeana yang redup, namun ada pula getar haru yang menyeruak mendengar tangis bayi yang baru lahir. Dua wajah takdir hadir bersamaan: ujian atas kesabaran dan rezeki atas kehidupan baru.


"Melihat anak sakit adalah kepedihan yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata. Namun, kelahiran adalah rahmat dan amanah besar dari Allah SWT yang tak boleh diingkari," ungkapnya dengan nada penuh perenungan.


Di tengah himpitan beban tersebut, sebuah oase muncul. Pelayanan kesehatan yang seringkali dianggap sebagai prosedur kaku dan birokratis, justru bertransformasi menjadi sentuhan kemanusiaan yang hangat.

Keluarga ini merasakan empati yang melampaui sekadar tugas profesi.


Direksi serta jajaran manajemen dari RSUD Sumenep maupun RS Estoe Ebhoe menunjukkan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan. Kemudahan, perhatian, hingga bantuan nyata yang diberikan oleh kedua Direktur Utama rumah sakit tersebut menjadi penopang di saat-saat paling rapuh. 


"Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan sekadar prosedur medis, tetapi tentang ketulusan dan kepekaan. Kami merasakannya di sini," tambahnya.


Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan bekas luka atau tawa, melainkan sebuah pelajaran tentang syukur. Sebagai bentuk apresiasi yang mendalam, doa-doa tulus pun dipanjatkan bagi para pemimpin institusi kesehatan tersebut:


Kesehatan dan Kekuatan, Semoga Direktur Utama RSUD Sumenep dan RS Estoe Ebhoe senantiasa diberkati dalam memimpin.


Kejayaan Institusi Semoga kedua rumah sakit ini terus tumbuh menjadi pilar kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga kaya akan empati.


Pelayanan Berbasis Hati Menjadi tempat bernaung bagi masyarakat yang mencari kesembuhan dan harapan.


Awal Februari 2026 akan selamanya terpatri dalam ingatan sebagai sebuah madrasah kehidupan. Sebuah masa ketika Allah SWT menguji keteguhan hati, sekaligus mengirimkan tangan-tangan baik untuk meringankan beban. Di antara cemas dan harapan, di antara RSUD Sumenep dan RS Estoe Ebhoe, sebuah keluarga belajar bahwa dalam setiap ujian, selalu ada hikmah yang menyertai.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan