Bintan, kompasone com - Pada hari Senin, 5 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, Polsek Tambelan mendapat informasi dari warga Tambelan Rahmat Parwandi ada kapal/pompong nelayan telah tenggelam di perairan Tambelan Kecamatan Tambelan.
Selanjutnya atas informasi tersebut, Polsek Tambelan menghubungi nelayan menggunakan radio milik nelayan lainnya dan didapatkan baket sebagai berikut :
Bahwa memang benar pompong salah satu nelayan an. Muli Warman (Nakhoda) telah tenggelam di arah Utara +- 40 mil dari Pulau Tambelan.
Untuk Nakhoda an. Muli Warman dan ABK an. Iwan Kusnadi, El, Muliwarman, Fadhil, Wahyu sudah di selamatkan oleh kapal nelayan yang sedang memancing di sekitar daerah tersebut.
Pukul 12.00 Wib, menghubungi sdr. Muli Warman dan didapatkan kronologis kejadian sebagai berikut :
a. Tanggal 03 Januari 2026 pukul 07.00 wib, sdr. Muli Warman beserta 4 orang ABK an. Iwan Kusnadi, El, Wahyu, Fadhil dengan menggunakan kapal (pompong) KM. SAFIRA JAYA berangkat dari Pulau Tambelan dengan tujuan memancing di +- 40 mil dari Pulau Tambelan.
b. Pukul 12.00 wib sesampainya di titik memancing sdr. Muli Warman berhenti untuk memancing ikan. Kemudian dikarenakan umpan habis sekira pukul 18.30 Wib sdr. Muli Warman pergi ke arah +- 17 Mil dari tempat awal dia memancing untuk mencari umpan.
c. Pukul 22.00 wib sesampainya di rompon tempat untuk menangkap umpan ± 17 mil dari tempat awal mereka memancing, mereka langsung mengambil umpan dan langsung menuju kembali ke tempat awal mereka memancing.
d. Pada 4 Desember 2026 pukul 00.30 wib di tengah perjalanan mereka untuk kembali ke tempat awal mereka memancing sdr. EL merasakan ada yang aneh dengan kapalnya tapi tidak tau di karenakan kondisi sudah gelap, +- 5 menit setelah menyadari itu sdr. EL mengecek lambung kapal dan sudah dalam keadaan di penuhi air kemudian para ABK mencoba untuk membuang barang agar kapal menjadi ringan seperti batu pancing dan jerigen air namun tetap tidak berpengaruh.
Kemudian para ABK mengeluarkan fiber berukuran besar 1 ton untuk dilemparkan ke laut dan 3 orang ABK berhasil naik ke fiber tersebut yaitu sdr. Muli Warman(Nahkoda), Iwan Kusnadi, Wahyu masuk ke dalam fiber tersebut.
Namun setelah itu sdr. Fadhil, El tidak sempat naik ke fiber bersama 3 rekan lainnya dikarenakan angin kuat dan gelombang yang tinggi tetapi mereka mengambil tutup fiber dan segera melompat ke atas tutup fiber tersebut dikarenakan +- 10 menit kemudian kapal sudah tenggelam.
e.Pukul 04.00 wib ke 3 ABK telah diselamatkan oleh seorang nelayan yang sedang melaut di sekitar kapal tenggelam.
f. Pada hari Senin tanggal 5 Januari 2026 pukul 08.00 wib ke 2 ABK lainnya di jumpai oleh nelayan yang berbeda di sekitar laut Tambelan.
Identitas Korban
a. Nama : Muli Warman (Nakhoda)
Umur : 40 Tahun
Alamat : Desa Kukup RT.003 RW.002 Desa Kecamatan Tambelan
Pekerjaan : Nelayan
b. Nama : Iwan Kusnadi (ABK)
Umur : 36 Tahun
Alamat : Jl. Brigjen Katamso gg kenanga II No.12
Pekerjaan : Buruh Harian Leas
c. Nama : M.Fadhil (ABK)
Umur : 44 Tahun
Alamat : Desa Kukup Rt.003/Rw.002 Kec. Tambelan kab. Bintan
Pekerjaan : Nelayan
d. Nama : El (ABK)
Umur : -
Alamat : -
Pekerjaan : -
e. Nama : Wahyu (ABK)
Umur : -
Alamat : -
Pekerjaan : -
Identitas Kapal (pompong)
Nama Kapal (pompong) : KM. SAFIRA
Tonase Kotor : 6 GT
Pemilik : Mahdi
Umur : -
Alamat : Desa Kukup
Pekerjaan : Wiraswasta
6. Kerugian :
Materil : ± Rp.400.000.000.,-
Jiwa : Nihil
(SULTAN EDY)
