TAPUT, kompasone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) mengandalkan program SAITAPAIAS sebagai kebijakan utama dalam membangun pariwisata berbasis kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan, khususnya di kawasan Muara dan Pulau Sibandang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan, saat menghadiri Ibadah Kebaktian Peletakan Batu Pertama Gereja HKI Anugerah Papande di Pulau Sibandang, Kecamatan Muara, Minggu (18/1) siang tadi.
Deni menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata Danau Toba harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Karena itu, lanjutnya Pemkab Taput mendorong keterlibatan gereja dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program SAITAPAIAS di Pulau Sibandang.
“Pulau Sibandang harus menjadi pulau yang bersih, rapi, dan indah. Program SAITAPAIAS menjadi fondasi penting agar pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarny
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan wisata rohani, seperti Salib Kasih, hingga pengembangan wisata Danau Toba di Muara dan Pulau Sibandang merupakan satu kesatuan kebijakan daerah yang harus dijalankan secara kolaboratif antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.
Sementara itu, Pareses Daerah IX Humbang Pdt. Godman Tampubolon mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta mengajak jemaat dan masyarakat untuk mendukung program SAITAPAIAS demi terwujudnya kawasan wisata yang bersih dan tertata.
Sekedar informasi, peletakan batu pertama Gereja HKI Anugerah Papande dipimpin Pareses Daerah IX Humbang dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, Camat serta para kepala desa dan kepala sekolah se-Pulau Sibandang.
(Bernat L Gaol)

