Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Lima Sungai di Taput Jadi Prioritas Perbaikan Pascabencana, PUPR Kucurkan Rp200 Miliar

Rabu, Januari 07, 2026, 09:18 WIB Last Updated 2026-01-07T02:18:40Z

 


TAPUT, kompasone.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan lima sungai di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sebagai prioritas penanganan pascabencana dengan total alokasi anggaran lebih dari Rp200 miliar.


Penetapan tersebut dilakukan setelah Tim Kementerian PUPR turun langsung ke Taput untuk meninjau dampak bencana, khususnya pada sektor sumber daya air, Selasa (7/1).


Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat mengatakan, penanganan bencana di daerahnya kini telah memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.


“Setelah pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, kini kita masuk ke tahap perbaikan sungai-sungai yang menjadi sumber sekaligus terdampak bencana,” ujar JTP kepada wartawan, termasuk kompasone.com.


JTP menjelaskan, lima sungai yang menjadi prioritas perbaikan yakni Sungai Aek Sigean, Aek Haidupan, Aek Siandurian, Batang Toru, dan Aek Sarulla.


“Kelima sungai ini akan ditangani secara bertahap. Selain itu, Kementerian PUPR juga merencanakan perbaikan sistem air baku di wilayah Pahae dan Kecamatan Adiankoting,” jelasnya.


Menurut JTP, pekerjaan akan diawali dengan normalisasi sungai. Dalam waktu dekat, pihak pelaksana akan melakukan survei lapangan sebagai dasar teknis pelaksanaan kegiatan.


Dia juga menambahkan, sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PUPR telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat, termasuk membuka kembali akses jalan penghubung Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah yang sempat terputus.


Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, menegaskan bahwa penanganan sungai tidak hanya berhenti pada normalisasi.


“Penanganan akan dilanjutkan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai dengan kondisi lapangan,” ujarnya.


Feriyanto menjelaskan, berdasarkan identifikasi awal terdapat tiga sungai yang masuk kategori prioritas penanganan segera. Namun, setelah dilakukan pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, jumlahnya bertambah menjadi lima sungai.


Dengan penetapan lima sungai prioritas tersebut, diharapkan penanganan pascabencana di Tapanuli Utara dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan, serta mampu menekan risiko bencana serupa di masa mendatang. 


(Bernat L Gaol)

Iklan

iklan