Sumenep, Kompasone.com – Suasana tenang di Dusun Gunung Malang I, Desa Lenteng Barat, mendadak berubah mencekam pada Kamis siang (29/1). Sebuah insiden berdarah merenggut nyawa seorang pria berinisial M, yang ditemukan tutup usia setelah mengalami luka sabetan senjata tajam.
Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat: peristiwa ini murni dugaan penganiayaan berat/pembunuhan, bukan aksi 'carok'.
Istilah carok sering kali identik dengan duel bersenjata antar dua pihak. Namun, dalam kasus ini, fakta berbicara berbeda
Korban Tak Bersenjata saat kejadian, korban sedang beraktivitas normal mengangkut hasil panen jagung.
Serangan Tiba-tiba: Berdasarkan keterangan awal, korban dihadang oleh terduga pelaku (L) saat hendak kembali ke sawah
Upaya Menyelamatkan Diri: Korban sempat berusaha lari ke arah pemukiman warga sebelum akhirnya tumbang di sebuah teras rumah karena luka yang cukup parah.
Pihak Polsek Lenteng dan Satreskrim Polres Sumenep bergerak cepat mengamankan TKP dan mengumpulkan bukti-bukti. Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengejar pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
"Kami harap masyarakat tidak berspekulasi berlebihan. Ini adalah murni tindak pidana yang sedang kami tangani secara serius. Serahkan sepenuhnya proses hukum kepada kami," ujar AKBP Anang dengan tegas namun tetap tenang.
Mengingat cepatnya arus informasi di media sosial, warga dihimbau untuk tetap bijak dan tidak terprovokasi isu-isu yang menyebutkan adanya "duel carok". Tragedi ini murni tindakan kriminal sepihak yang sedang dalam pengejaran intensif aparat kepolisian.
(R. M Hendra)
