Aceh Timur, Kompasone.com - Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh Timur bukan hanya merenggut rumah dan mata pencaharian, tetapi juga hampir memutuskan harapan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Menyaksikan kondisi tersebut dengan hati yang berat, Dayah Darul Istiqamah dari Desa Matang Pertak Duson Ule Blang, Kecamatan Pante Bidari, kini membuka peluang emas bagi mereka.
Melalui pendaftaran khusus santri terdampak banjir yang diharapkan menjadi titik balik dalam hidup para Anak-Anak tersebut. Dayah Darul Istiqamah ada di sini untuk memberikan dukungan dan menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Bagi banyak keluarga yang terkena dampak banjir, kehilangan rumah menjadi tempat berlindung, hilangnya usaha yang menjadi sandaran hidup, atau bahkan ditinggalkan oleh orang tersayang akibat musibah tersebut, adalah cobaan yang sulit untuk dilalui. Terlebih lagi ketika hal itu membuat harapan anak-anak untuk belajar dan meraih masa depan lebih cerah terasa semakin jauh.
Menyadari hal ini, pengelola Dayah Darul Istiqamah yang dipimpin oleh Tgk Abdul Latif (Abi Ule Blang) sebagai Pimpinan Dayah, dengan penuh kasih sayang memutuskan untuk mengangkat tangan mereka, memberikan tempat perlindungan, pendidikan agama yang mendalam, serta ilmu pengetahuan yang dapat membimbing mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Sebagai lembaga pendidikan agama yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, Dayah Darul Istiqamah tidak hanya menyediakan ruang untuk belajar, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi setiap santrinya. Di sinilah mereka akan menemukan sahabat seperjuangan, guru yang penuh perhatian, dan lingkungan yang hangat yang akan membantu menyembuhkan luka akibat musibah yang mereka alami. Setiap sudut dayah siap menjadi tempat mereka merenung, berlatih kebaikan, dan membangun kembali harapan yang pernah sirna.
Pendaftaran khusus ini dibuka mulai tanggal 15 Januari hingga 20 Februari 2026, sebagai bentuk perhatian yang tidak terlambat bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, pendaftaran untuk periode pendidikan tahun ajaran 2026-2027 juga telah dibuka secara resmi, memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak terdampak banjir untuk dapat bergabung dan mengejar pendidikan yang layak.
Program ini diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan akibat dampak banjir: baik yang orang tuanya meninggal dunia akibat musibah tersebut, keluarga yang kehilangan sumber mata pencaharian karena usaha mereka terendam banjir, maupun mereka yang harus merasakan kehilangan rumah atau kerusakan rumah yang berat hingga tidak dapat dihuni lagi.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan setiap anak yang berhak mendapatkan kesempatan ini bisa terlayani dengan baik, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Calon santri perlu melampirkan surat keterangan dari kepala desa setempat yang menerangkan kondisi yang sebenarnya dialami keluarga – sebuah bukti bahwa mereka benar-benar membutuhkan dukungan.
Selain itu, mereka akan mengisi formulir pendaftaran dan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, sebagai wujud rasa syukur atas kebaikan yang diberikan.
Bagi para orang tua atau wali yang ingin mendaftarkan anak-anak mereka untuk periode 2026 maupun tahun ajaran 2026-2027, atau bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi panitia program. Tgk Sulaiman dapat dihubungi melalui nomor 0813-3232-0389 dan Tgk Abdul Latif di nomor 0823-9219-2092. Informasi juga dapat diakses melalui akun media sosial resmi @dayahdarulistiqamah, di mana setiap pertanyaan akan dijawab dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Setiap anak memiliki hak untuk meraih masa depan yang cerah, meskipun hidup telah memberikan mereka cobaan yang berat. Dayah Darul Istiqamah berharap melalui program ini, baik untuk pendaftaran tahun 2026 maupun tahun ajaran 2026-2027, anak-anak terdampak banjir dapat menemukan kembali semangat hidup, mendapatkan pendidikan yang membangun karakter, dan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki hati yang penuh kepedulian terhadap sesama – karena mereka tahu betapa nikmatnya mendapatkan bantuan di saat paling membutuhkan, dan diharapkan kelak mereka juga akan menjadi orang yang siap membantu orang lain.
Is - Aceh
