Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Apresiasi Kecanggihan Layanan, Komisi E DPRD Jawa Timur Sebut RSUD dr Iskak Tulungagung Layak Jadi Rujukan Regional

Jumat, Januari 09, 2026, 07:38 WIB Last Updated 2026-01-09T00:38:17Z
Komisi E DPRD Provisi Jawa Timur bersama Jajaran Manajemen RSUD dr. Iskak Tulungagung

Tulungagung, kompasone.com - Salah satu inovasi layanan yang dimiliki rumah sakit plat merah RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung yakni command center atau Public Safety Center (PSC 119) sangat membanggakan.


Hal ini terungkap saat kunjungan kerja Komisi E DPRD dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bertandang ke rumah sakit kebanggaan Kabupaten Tulungagung ini, Rabu (7/1/26).


Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari, M.Ap., memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan inovasi yang telah dikembangkan oleh RSUD dr Iskak Tulungagung.


"Saya sangat terkesan sejak pertama kali menginjakkan kaki di RSUD dr Iskak ini, " kata Sri Untari kepada kompas-one.


Salah satu inovasi yang membuat Sri Untari berdecak kagum adalah keberadaan command center atau Public Safety Center (PSC 119) yang dinilainya belum pernah ditemui di rumah sakit daerah lain.


“Tadi saya melihat langsung di command center, responsnya sangat cepat atau istilahnya gercep (gerak cepat). Ketika ada orang sakit dan memiliki aplikasi, cukup menekan tombol, maka langsung terhubung dengan semua pihak. Terdata di mana posisinya, siapa yang akan melayani, hingga arahan penanganan awal. Bahkan saat kondisi kritis, bisa langsung dirujuk ke rumah sakit. Ini keren sekali,” sanjung Sri Untari.


Tidak hanya inovasi layanan yang sudah berbasis digital, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur ini juga mengagumi kemampuan RSUD dr Iskak dalam penanganan kasus penyakit jantung.


"Bagaimana tidak bangga, RSUD Dr Iskak telah mampu melakukan tindakan bypass jantung, termasuk pemasangan ring jantung dengan kapasitas 7 hingga 8 pasien per hari," ungkap nya.


Lanjut Sri Untari, untuk wilayah selatan Jawa Timur, hal ini sangat melegakan dan dapat menjadi percontohan untuk rumah sakit - rumah sakit daerah lain.


"Sehingga dengan kemampuan ini, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Malang atau Surabaya. Ini bagian dari perencanaan pelayanan publik yang luar biasa, bukan hanya untuk Tulungagung, tetapi juga daerah sekitarnya,” bebernya.


Menurut Sri Untari, kunjungan kerja Komisi E ke RSUD dr Iskak ini bukan tanpa alasan. Sebab sejak tahun 2018, rumah sakit ini telah dikenal memiliki reputasi yang baik di tingkat nasional bahkan internasional.


“Kami ingin memastikan apakah penilaian nasional terhadap RSUD dr Iskak itu benar adanya. Setelah kami lihat langsung, ternyata memang benar. Kemandirian, etos kerja, dan integritasnya sangat kuat. Ini bisa menjadi best practice yang layak diduplikasi oleh rumah sakit daerah lain,” tegasnya dengan bangga.


Selain itu, Ia juga menilai model pelayanan yang dikembangkan RSUD dr Iskak mampu menjawab keluhan masyarakat yang selama ini kerap mengeluh ketika berobat ke rumah sakit milik pemerintah.


Masih menurut Sri Untari, melalui kemudahan aplikasi yang terintegrasi dengan puskesmas dan layanan ambulans, masyarakat di daerah pegunungan maupun pesisir tetap dapat mengakses layanan kesehatan secara cepat dan tepat.


“Mulai dari layanan KIA, penyakit akut, kanker, jantung, semuanya bisa ditangani dengan cepat. Ini mematahkan stigma bahwa wilayah selatan itu terpencil dan tertinggal. Faktanya, RSUD Dr Iskak menunjukkan performa SDM, akses, dan sarana prasarana yang luar biasa,” imbuhnya.


Walaupun masih terdapat sedikit kekurangan, namun Sri Untari menilai RSUD dr Iskak telah melampaui standar minimal pelayanan rumah sakit daerah.


“Kalau standar minimal itu 75 persen, ini sudah jauh di atas itu. Masyarakat Tulungagung patut berbahagia karena memiliki harapan besar pada rumah sakit ini,” jelasnya.


Lebih lanjut Sri Untari mengatakan, ke depan Komisi E DPRD Jatim berharap RSUD dr Iskak Tulungagung dapat terus berkembang menjadi rumah sakit dengan predikat paripurna, yakni memiliki sedikitnya 12 kompetensi layanan unggulan.


“Jika itu tercapai, maka kepadatan rumah sakit di Malang dan Surabaya akan berkurang. Yang terpenting, masyarakat benar-benar mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan,” harap Sri Untari.


Ditempat yang sama Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja serta dukungan dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur ini.


Aini menilai kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian sekaligus dukungan nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan di daerah, khususnya di wilayah selatan Jawa Timur.


“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua dan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur beserta rombongan. Kunjungan ini menjadi motivasi sekaligus evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” kata dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes.


Dia juga menjelaskan jika berbagai inovasi layanan yang ditinjau langsung oleh Komisi E, mulai dari command center PSC 119, layanan kegawatdaruratan terintegrasi, hingga penanganan penyakit jantung, merupakan bagian dari komitmen RSUD dr Iskak dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


“Prinsip kami adalah mendekatkan layanan kepada masyarakat. Melalui sistem terintegrasi dengan puskesmas dan ambulans, kami ingin memastikan masyarakat di wilayah pegunungan maupun pesisir tetap mendapatkan akses layanan kesehatan secara optimal,” jelasnya.


Menurut dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes, apresiasi dan masukan dari Komisi E DPRD Jatim akan menjadi bahan evaluasi penting untuk pengembangan rumah sakit ke depan, terutama dalam upaya menuju predikat rumah sakit paripurna dengan kompetensi layanan yang semakin lengkap.


“Kami terus berbenah, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun penguatan layanan unggulan. Harapannya, RSUD Dr Iskak dapat menjadi rumah sakit rujukan regional yang mampu mengurangi beban rujukan ke Malang dan Surabaya,” tegasnya.


Dari pantauan kompas-one, kunjungan kerja Komisi E DPRD Provinsi Jatim ke RSUD dr Iskak ini didampingi juga oleh rombongan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Selain itu tampak juga Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Binti Luklukah, S.M serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dr. Desi Lusiana Wardhani, SKM., M.Kes beserta jajaran.


Untuk sekedar di ketahui, Komisi E DPRD Jawa Timur membidangi beberapa sektor yakni kesejahteraan rakyat (Kesra), yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, sosial, kebencanaan, serta pengawasan rumah sakit daerah.


#sigit

Iklan

iklan