Sumenep, Kompasonen.com – Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep menjadi saksi bisu berlangsungnya seremoni suksesi kepemimpinan yang sarat akan nilai-nilai khidmat. Pada Jumat (02/01/2026), telah dilaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Pelaksana Tugas (Plt) Karutan, Thoha Yahya Umar Sidiq, kepada Aditya Wahyu Rahmadani sebagai Pimpinan baru institusi tersebut.
Perhelatan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan sebuah momentum sakral untuk menjaga ritme organisasi. Dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, staf administratif, hingga unsur pengamanan, acara ini merefleksikan soliditas internal dalam mendukung transformasi fungsi pemasyarakatan yang dinamis.
Dalam orasi perpisahannya, Thoha Yahya Umar Sidiq mengekspresikan apresiasi mendalam atas sinergitas yang terjalin selama masa kepemimpinannya. Beliau menekankan bahwa pencapaian Rutan Sumenep sejauh ini merupakan buah dari kolektivitas kerja yang harmonis.
"Sinergi adalah kunci. Saya berharap pondasi profesionalisme dan aspek humanis yang telah kita bangun bersama dapat terus dipupuk, sehingga Rutan Sumenep mampu melampaui ekspektasi publik dalam memberikan pelayanan," tutur Thoha dengan penuh kewibawaan.
Menyambut amanah baru tersebut, Aditya Wahyu Rahmadani dalam sambutan perdananya menegaskan komitmen untuk melakukan akselerasi pada berbagai program strategis. Fokus utamanya mencakup penguatan aspek pembinaan, rigiditas pengamanan, serta optimalisasi pelayanan publik yang berbasis pada prinsip keadilan.
Amanah ini merupakan tanggung jawab moral yang besar. Saya mengajak seluruh elemen di Rutan Sumenep untuk mengedepankan integritas tanpa kompromi. Kita akan mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya akuntabel secara administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi warga binaan dan masyarakat," tegas Aditya.
Transisi kepemimpinan ini diharapkan menjadi katalisator bagi Rutan Sumenep untuk mencapai derajat Pelayanan Prima. Dengan perpaduan antara pengalaman kepemimpinan sebelumnya dan visi inovatif dari pimpinan baru, institusi ini diproyeksikan akan semakin kokoh dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar penegakan hukum yang berorientasi pada kemanusiaan.
(R. M Hendra)
