TAPUT, kompasone.com - Pos Komando Penanggulangan Bencana Tapanuli Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi per 1 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.
Laporan tersebut mencatat 32 warga meninggal, 17 orang hilang, dan 3 warga luka-luka. Total terdampak mencapai 15.765 jiwa.
Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga cukup luas. Posko mencatat 481 unit rumah rusak, 19 jembatan terdampak, serta 44 ruas jalan yang mengalami kerusakan dan belum seluruhnya dapat dilalui.
13 Desa Masih Terisolir
Posko melaporkan sebanyak 13 desa masih belum bisa dijangkau, tersebar di dua kecamatan:
Kecamatan Parmonangan 6 desa belum bisa dijangkau meliputi Desa Pertengahan 588, Desa Hutatua 345 jiwa, Desa Manalu Purba1.626 jiwa.
Kemudian Desa Baturamo 392 jiwa, Desa Purba Dolok 509 jiwa serta Desa Hutajulu Parbalik 290 jiwa belum bisa dijangkau
Sedangkan untuk Kecamatan Adiankoting ada 7 desa Desa Siantar Naipospos 1.028 jiwa, Desa Pardomuan Nauli 702 jiwa, Desa Pagaran Lambung IV 821 jiwa
Selanjutnya Desa Pagaran Lambung III 783 jiwa, Desa Pagaran Lambung I 1.266 jiwa, Desa Sibalanga 1.500 jiwa 3 posko pengungsian dan Desa Lobu Pining 700 orang 2 posko pengungsian
Posko juga menyampaikan bahwa dua desa di Adiankoting sudah tidak terisolir pada 1 Desember, yakni, Desa Banuaji I 852 jiwa (akses terbuka dan Desa Banuaji IV 1.057 jiwa dengan akses sudah terbuka.
Status Darurat Masih Berlaku
Bupati Tapanuli Utara sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 25 November hingga 9 Desember 2025.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, relawan, dan instansi terkait terus melakukan pembukaan akses jalan, distribusi logistik, serta pencarian warga yang masih hilang.
(Bernat L Gaol)
