Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dosen Ilkom UWM: Komunikasi Massa di Era Digital Harus Mengedepankan Etika dan Literasi Data

Senin, Desember 22, 2025, 14:08 WIB Last Updated 2025-12-22T07:11:05Z

 


Yogyakarta, kompasone.com – Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap komunikasi massa secara drastis. Menanggapi fenomena ini, Tommy Satriadi Nur Arifin, S.I.Kom, M.A, pakar komunikasi sekaligus dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM), memberikan pandangannya mengenai tantangan dan masa depan media massa di Indonesia. Senin (22/12/25).


Menurutnya, komunikasi massa saat ini tidak lagi bersifat satu arah (top-down), melainkan telah bertransformasi menjadi ekosistem yang interaktif dan tersegmentasi. Namun, kecepatan distribusi informasi di era digital seringkali tidak dibarengi dengan akurasi yang memadai.


"Media massa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah gempuran hoaks. Kecepatan memang penting, tetapi validasi adalah harga mati. Kita sedang berada di era di mana setiap individu bisa menjadi produsen informasi, sehingga peran jurnalisme profesional sebagai penyaring (gatekeeper) menjadi semakin krusial," ujar Tommy dalam wawancara di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY pada Senin (22/12).


Tommy kemudian menekankan tiga poin utama yang harus diperhatikan oleh para praktisi media dan masyarakat, yaitu 

Etika Digital, dimana Penggunaan algoritma tidak boleh mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan objektivitas.

 "Selanjutnya adalah Literasi Data, dimana masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk membedakan antara opini, fakta, dan konten bersponsor," tambahnya.


"Yang terakhir adalahadaptabilitas platform, yaitu media konvensional harus mampu beradaptasi dengan karakter audiens generasi Z dan Alfa tanpa kehilangan kredibilitasnya," ungkapnya.


Tommy juga menyoroti bagaimana media sosial kini berperan sebagai "ruang tamu publik" yang baru. "Kolaborasi antara akademisi, praktisi media, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan iklim komunikasi massa yang sehat dan edukatif," tutupnya.


Bhenu

Iklan

iklan