Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kasus Pikap Kuning Misterius Aroma Korupsi di Balik Solar Bersubsidi

Minggu, September 14, 2025, 23:12 WIB Last Updated 2025-09-14T16:13:11Z

Sumenep, Kompasone.com – Ketenangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalianget, Sumenep, kini diselimuti oleh aura tegang dan misteri. Di tengah kebisingan rutinitas, sebuah anomali terus berulang. kemunculan tak lazim dari sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 yang dibalut dengan penutup terpal berwarna kuning mencolok.


Mobil ini bukan sekadar kendaraan biasa, kehadirannya hampir setiap hari, terekam oleh kamera pengawas media swasta, telah membangkitkan kecurigaan serius yang mengarah pada dugaan konspirasi tingkat tinggi dalam pusaran gelap distribusi bahan bakar bersubsidi.


Sejumlah elite media Sumenep kini menyoroti anomali tersebut dengan lensa tajam. Jika mobil ini beroperasi di bawah payung legalitas khususnya, jika ia memperoleh jatah subsidi dari Dinas yang ada di Pasongsongan. maka pertanyaan krusial muncul, berapa jumlah tonase yang diajukan dalam permohonan tersebut?


Apakah jatah dua ton yang konon menjadi kuota harian mobil ini merupakan angka yang wajar? Namun, misteri yang lebih dalam mengintai, ke mana raibnya dua ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi itu setelah meninggalkan SPBU Kalianget?


Spekulasi yang beredar, bahwa BBM tersebut dialirkan ke wilayah kepulauan, justru menambah teka-teki. Logika hukum dan bisnis menuntut transparansi, mengapa armada transportasi lokal Sumenep, yang seharusnya menjadi prioritas, diabaikan? Mengapa justru mobil dari luar daerah sebuah entitas asing ditunjuk untuk mengemban misi vital ini?


Situasi ini telah memicu alarm. Tim investigasi media, dengan tekad bulat, kini telah menyiagakan langkah. Mereka berupaya untuk memburu jejak pikap kuning misterius ini, menelusuri setiap sudut dan celah, hingga seluruh rangkaian kejanggalan ini terungkap tuntas.


Tak ada yang akan luput dari pengawasan. Rahasia di balik dua ton BBM bersubsidi ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, menyeret siapa pun yang terlibat ke hadapan keadilan.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan