Pasuruan, Kompasone.com – Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengunjungi keluarga M. Haidar Mustofa, korban penganiayaan berat yang meninggal dunia setelah diserang secara tiba-tiba oleh seorang warga di wilayah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Kunjungan tersebut berlangsung pada Senin sore (11/8/2025) di rumah duka di Dusun Areng-areng Selatan, Desa Sambisirah.
Dalam kunjungannya, Kapolres menyerahkan santunan kepada pihak keluarga sebagai bentuk empati dan dukungan moril. Ia juga menyampaikan imbauan agar keluarga dan masyarakat tetap tenang serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Kami memahami duka yang dirasakan keluarga, namun kami minta agar proses hukum dipercayakan sepenuhnya kepada kepolisian. Jangan sampai ada tindakan emosional yang justru merugikan semua pihak,” kata Jazuli di hadapan keluarga korban.
Kehadiran jajaran Polres Pasuruan turut didampingi oleh Kapolsek Wonorejo AKP Sugiyanto, Kasat Lantas AKP Derie Fradesca, Camat Wonorejo Mulyohadi, dan Kepala Desa Abdul Rokhim. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dan melanjutkan agenda dengan melihat langsung lokasi kejadian di sekitar rumah pelaku.
Menurut keterangan Kapolsek, kakek korban menyampaikan bahwa pihak keluarga belum sepenuhnya menerima penjelasan terkait dugaan gangguan kejiwaan pelaku. “Pihak keluarga menyatakan masih ragu terhadap kondisi pelaku yang disebut alami gangguan jiwa, namun mereka telah berusaha ikhlas,” ungkap Sugiyanto.
Sementara itu, penyelidikan terhadap pelaku terus berlanjut. Tim penyidik saat ini masih mendalami motif serta kondisi psikologis pelaku guna memastikan kelayakan pertanggungjawaban hukum.
Kapolres menegaskan bahwa seluruh proses akan dijalankan sesuai prosedur dan tidak akan ada intervensi. “Kami ingin memastikan kasus ini ditangani secara objektif dan transparan, sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat,” tegasnya.
Setelah melakukan serangkaian kegiatan, Kapolres dan rombongan meninggalkan lokasi pukul 15.45 WIB. Kepolisian juga mengimbau warga agar tidak menyebarkan informasi spekulatif sebelum ada hasil resmi dari proses penyelidikan.
Kehadiran aparat di tengah keluarga korban dinilai sebagai bentuk pendekatan empatik yang dilakukan Polres Pasuruan dalam menghadapi peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut. Pihak kepolisian berharap situasi di Wonorejo tetap kondusif selama proses hukum berlangsung.
Muh
