Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Siswa SD Muhammadiyah Bangil Ubah Limbah Jadi Produk Kreatif Bernilai Jual

Jumat, Mei 23, 2025, 19:47 WIB Last Updated 2025-05-23T16:31:06Z


Pasuruan, kompasone.com – Aula Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (23/5), disulap menjadi ruang kreasi. Ratusan siswa kelas dua tampak antusias mengubah sampah menjadi gantungan kunci dalam kegiatan bertema Outsourcing Pengrajin Bahan Bekas Pembuatan Tempat Gantungan Kunci.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pendidikan lingkungan yang dirancang pihak sekolah untuk menanamkan kepedulian sejak usia dini. Kepala sekolah, Marisa Izzah, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.


“Anak-anak tidak hanya diajarkan daur ulang, tetapi juga nilai kemandirian, kolaborasi, dan kreativitas. Semua dilakukan melalui pendekatan menyenangkan,” ujar Marisa 


Berbagai bahan limbah seperti kain perca, tutup botol plastik, dan kardus bekas digunakan siswa untuk membuat gantungan kunci. Dalam prosesnya, mereka dibimbing wali kelas dan relawan pengrajin yang mendampingi secara langsung.


Aril, salah satu siswa, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Seneng banget, Pak! Aku bikin tempat gantungan kunci buat kunci motor Ayah,” katanya sambil menunjukkan hasil karyanya dengan wajah riang.


Ibu Umi, salah satu wali murid yang juga terlibat sebagai pendamping kegiatan, menilai proyek kreatif ini sebagai sarana edukatif yang efektif. “Anak-anak jadi paham bahwa sampah bukan barang kotor yang harus dibuang begitu saja. Dengan ide dan usaha, bisa jadi barang yang punya nilai,” tuturnya.


Selain sebagai media belajar, kegiatan ini juga akan berlanjut ke pameran kecil di lingkungan sekolah. Produk yang dihasilkan akan dipasarkan kepada wali murid dan warga sekitar sebagai bentuk latihan kewirausahaan.


Menurut pihak sekolah, pelatihan daur ulang ini akan menjadi agenda rutin. Harapannya, siswa mampu membentuk pola pikir yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga produktif dan mandiri sejak dini.


Langkah kecil ini menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan. Dengan pembiasaan seperti ini, SD Muhammadiyah Bangil berharap dapat mencetak generasi muda yang peduli, kreatif, dan bertanggung jawab.


Dari aula sederhana itulah, karya besar tentang kesadaran lingkungan bermula—dibentuk oleh tangan-tangan mungil yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil.


Muh

Iklan

iklan