Pasuruan, Kompasone.com — Suasana penuh kehangatan terasa di Pendopo Kelurahan Kebonsari saat masyarakat dan perangkat kelurahan berkumpul dalam acara Halal Bihalal. Kegiatan ini digelar sebagai momen mempererat tali silaturahmi usai Hari Raya Idulfitri dan melibatkan berbagai elemen warga.
Acara tersebut diinisiasi oleh Kelurahan Kebonsari dan dihadiri oleh jajaran perangkat kelurahan, kader PKK, serta seluruh ketua RT dan RW. Tujuannya adalah untuk membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Silaturahmi ini penting untuk memperkuat rasa saling percaya antara warga dan aparat kelurahan,” ujar Mulyono, Lurah Kebonsari.
Halal Bihalal ini berlangsung sejak pagi dengan rangkaian kegiatan ramah tamah, saling berjabat tangan, dan penyampaian pesan-pesan kebersamaan. Menurut Mulyono, inisiatif tersebut sekaligus menjadi ajang evaluasi informal bagi para pengurus lingkungan. “Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling bertukar pandangan secara langsung,” katanya.
Ketua RW 03, Sugeng Riyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi kehidupan sosial warga. Ia menilai, tradisi halal bihalal seperti ini mampu menumbuhkan semangat gotong royong yang kini mulai luntur di tengah kesibukan masyarakat. “Ini bentuk konkret kebersamaan yang harus dijaga,” katanya.
Tak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antar warga, acara tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan ke-339. Sebelumnya, Kelurahan Kebonsari juga berpartisipasi dalam kegiatan Kebonsari Mini Carnival, yang mendapat sambutan antusias dari warga.
Salah satu peserta, Ida Fitriyah, menyampaikan harapannya agar acara serupa bisa digelar secara rutin. Menurutnya, kebersamaan yang tercipta dalam acara semacam ini memberikan semangat baru dalam membangun lingkungan yang harmonis. “Kegiatan ini menyatukan semua unsur, dari pejabat sampai warga biasa,” ucapnya.
Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana akrab yang terasa sejak awal. Para peserta tampak antusias berbincang dan berbagi cerita. Beberapa dari mereka bahkan mengusulkan agar kegiatan serupa diperluas skalanya, melibatkan kalangan pemuda dan pelajar untuk memperkuat inklusivitas sosial.
Dalam sambutannya, Mulyono menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara warga dan pemerintahan kelurahan. Ia menilai bahwa akar dari setiap solusi sosial dimulai dari komunikasi yang terbuka dan saling memahami. “Kita bisa selesaikan banyak hal jika duduk bersama seperti ini,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Kebonsari menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang rukun dan partisipatif. Perangkat kelurahan berjanji akan terus membuka ruang-ruang dialog yang konstruktif di setiap kesempatan.
Warga berharap tradisi Halal Bihalal dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya sosial. Dalam era yang serba cepat, silaturahmi menjadi jembatan penting dalam membangun komunitas yang kuat dan saling mendukung.
Muh
