Bintan, kompasone.com - Mundurnya Ketua BUMDES di Desa Ekang Anculai secara tiba-tiba, membuat anggota heran dan tak menyangka. Mengapa sampai terjadi begitu di dalam rapat BUMDES pada Rabu, 7 Januari 2026.
Padahal pada rapat tersebut banyak permasalahan yang harus dibahas dan juga mengenai BUMDES kedepannya untuk kemajuan Desa Ekang Anculai.
Pantauan awak media Kompasone.com rapat tersebut dihadiri semua pengurus, termasuk Kepala Desa Zaili Adi, serta seluruh perangkat desa dan anggota BUMDES.
Ketua BUMDES Jumadi, sambil menangis mengharukan mengatakan semenjak ia memimpin BUMDES ini, satu persen pun tak berani korupsi. Apalagi selama masa kerjanya, uang sudah terkumpul sebanyak satu miliar lebih. Dan ia percayakan untuk memegang bendahara.
"Saya mengundurkan diri atas keinginan hat nurani sendiri. Saya pun sangat hati hati di dalam berorganisasi ini, apa lagi namanya uang, itu semua saya tak mau campur urusan uang," tegasnya.
Jumadi menambahkan, kalau suatu organisasi di dalamnya sudah tak sehat buat apa lagi di teruskan.
"Itu sama kita di jadikan lembu saja, yang di tarik sana kemari, lebih baik saya mundur," ujarnya.
Kepala Desa Ekang Anculai menanggapi hal ini terkesan biasa saja, seolah-olah sudah tahu betul apa yang terjadi di dalam organisasi BUMDES.
Salah seorang warga yang hadir menilai dari mimik wajahnya, seperti ada sesuatu yang terpendam yang selama ini menjadi beban Jumadi.
Sementara itu kepada media ini, Trisno Plt Sekretaris Desa mengatakan ia sama sekali tidak punya wewenang, semua kepala desa persoalan hitam-putihnya.
"Kalau kasi pemerintahan, wijiono,itu semuanya punya kekuasaan,yah, saya gini aja PLT, pelengkap penderita saja," ujar Trisno.
Salah seorang warga sebut saja Uwak, ia mengatakan di zaman Kepala Desa Zaili Adi, kalau diperhatikan masih kuatnya pengaruh politik tertentu.
Tambahnya, apa lagi Zaili Adi ini memang seorang organisator di Partai Golkar. Sebagai contoh, setiap membangun gedung pertemuan dan bangunan seperti pos balita, semuanya di cat warna kuning, termasuk yang lainnya.
"Semua yang di lingkup kawasan Desa Ekang, itu bangunannya pasti warna kuning, berarti itu apa?" tanyanya.
Ungkapnya lagi, cara memimpin desa ini, Kades yang baru tidak seperti Kades yang lama Bonari.
"Kades sebelumnya, orang nya betul-betul membaur kepada masyarakat. Pembangunan jelas dan terukur, jadi saya cuma itulah yang saya bisa komentar," pungkasnya.
(Perwakilan Kepri, Handoko).
