Pandeglang, kompasone.com– Kerusakan jalan kembali terjadi di ruas Serang–Pandeglang, tepatnya jalur dari Alun-alun Pandeglang menuju lampu merah Pos Lantas. Sejumlah titik di sepanjang jalan tersebut dipenuhi lubang cukup dalam yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut semakin berisiko, terutama pada malam hari dan saat hujan turun. Banyak pengendara kesulitan menghindari lubang akibat tertutup genangan air serta minimnya penerangan di kawasan yang merupakan jantung Kota Pandeglang itu.
Padahal, jalan tersebut baru saja diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang pada 27 November 2025. Namun belum genap beberapa bulan, tambalan aspal kembali rusak.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Adrian, mengakui bahwa pihaknya belum bisa melakukan perbaikan dalam waktu dekat.
“Saat ini belum ada anggaran karena masih awal tahun dan belum direalisasikan. Selain itu cuaca juga tidak mendukung karena sedang musim penghujan,” kata Adrian, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, jika perbaikan dipaksakan saat musim hujan, hasilnya dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
“Kalau dikerjakan sekarang, nanti akan cepat rusak lagi akibat curah hujan tinggi. Itu justru akan menjadi pemborosan anggaran,” ujarnya.
Untuk sementara, pihaknya hanya dapat mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut.
Pernyataan pejabat tersebut menuai kritik dari pengguna jalan. Seorang pengendara, Deni Cahyadi, mengaku kecewa dengan kondisi jalan yang kembali rusak meski baru diperbaiki.
“Baru kemarin ditambal, sekarang sudah rusak lagi. Ini sangat membahayakan pengendara. Kualitas aspalnya patut dipertanyakan. Baru saja diperbaiki kok sudah rusak lagi,” ujar Deni.
Ia menilai kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat menunjukkan bahwa pekerjaan perbaikan sebelumnya tidak dilakukan secara maksimal.
“Jangan sampai ada korban jiwa. Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah. Ini jalan utama di pusat kota, bukan jalan kecil,” tegasnya.
Menurut Deni, alasan pemborosan anggaran tidak bisa dijadikan pembenaran atas lambannya penanganan jalan rusak.
“Jangan sampai anggaran lebih dipikirkan daripada nyawa pengendara. Kami yang setiap hari lewat jalan ini yang menanggung risikonya,” tambahnya.
Hingga kini, kerusakan jalan di kawasan Alun-alun Pandeglang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat belum mendapat penanganan darurat. Sementara lalu lintas di jalur tersebut tetap padat setiap harinya dan terus mengancam keselamatan pengguna jalan.
(Ali hamzah)
