Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

PPPK Paruh Waktu Pasbar Bergejolak, Desak Pemda Dan DPRD Usulkan formasi Mereka ke BKN

Jumat, November 21, 2025, 22:35 WIB Last Updated 2025-11-21T15:35:57Z

PasBar, kompasone.com-- Ribuan tenaga honorer skema paruh waktu di instansi pemerintahan kabupaten Pasaman Barat menggelar demontrasi ke kantor DPRD, jumat (21/11/2025).


Sejumlah tenaga honorer menggelar aksi unjuk rasa yang berlangsung di halaman kantor dprd setempat. Adapun aksi unjuk rasa para honorer mendesak pemda dan dprd mengusulkan formasi PPPK paruh waktu ke BKN.


Perwakilan dari demontrasi mengatakan, banyak kabupaten kota telah mengusulkan formasi PPPK paruh waktu, namun di kabupaten pasaman barat memutuskan tidak melakukan. 


Sehingga nasib kami honorer skema paruh waktu tidak jelas. Di katakan, sementara itu selama enam bulan gaji kami sebagai tenaga honorer tidak di bayar oleh pemda, namun kami sebagai tenaga honorer tidak pernah menuntut hal itu dan berharap kami di angkat PPPK paruh waktu


"Tapi kenyataan kami hanya di janji janjikan melulu oleh pemda untuk di angkat jadi PPPK paruh waktu. Sedangkan batas akhir pengusulan penetapan nomor induk PPPK adalah september 2025 sekarang sudah bulan november 2025.


Kami datang hari ini ke dprd hanya punya satu permintaan kepada bapak bupati dan dprd, untuk mengusulkan formasi PPPK paruh waktu ke BKN, agar status kami di angkat menjadi PPPK.


Hari ini kami tidak butuh lagi di beri janji janji, yang kami harapkan kepada bapak bupati dan dprd untuk sesegera mungkin mengusulkan formasi PPPK paruh waktu ke BKN" tegas korlap demontrasi.


Dalam aksi tersebut sempat memanas, namum mampu di redam oleh ketua dprd Dirwansyah serta para anggota dprd yang hadir saat itu mememui para pengujuk rasa.


Namun setelah di lakukan di alog yang panjang antara dprd dengan para pendemo, sehingga mediasi di lanjutkan di ruang aula kantor dprd setempat yang di wakili oleh beberapa orang dari kordinator pengujuk rasa.


Mediasi tersebut di hadiri oleh sekda Doddy San Ismail. Proses mediasi di lakukan terkesan penuh ketegangan, namun beberapa jam kemudian di lakukan dialog antara pengujuk rasa denga dprd sehinga titik temu di sepakati dengan pemda dan dprd membuat surat pernyataan yang di tanda tangani oleh bupati dan dprd.


Adapun surat pernyataan yang di buat, bahwa pemda pasaman barat dan dprd berjanji akan mengusulan data rinci PPPK paruh waktu ke BKN untuk di angkat PPPK apabila portal BKN sudah di buka kembali.


Surat pernyataan yang telah di sepakati akan menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sangat krusial bagi pemda dan drpd.


(YLS)

Iklan

iklan