Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tingkatkan Kesiapsiagaan, PMI Pasaman Barat Hidupkan Kembali Program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat

Jumat, Oktober 09, 2026, 18:09 WIB Last Updated 2026-10-09T11:09:52Z

 


Pasbar, kompasone.com-- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat kembali menggalakkan program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Jumat (9/10), untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana, terutama banjir.


Kegiatan ditandai dengan peluncuran program dan penanaman pohon kelapa genjah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Natran Hanri yang mewakili bupati, perwakilan PMI Pasaman Barat Sukarman, Dewan Kehormatan PMI sekaligus anggota DPRD Pasaman Barat Adriwilza, serta camat, wali nagari, dan masyarakat setempat.


Dalam sambutan Bupati Pasaman Barat yang disampaikan Natran Hanri, ditegaskan bahwa keberhasilan program kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dengan membentuk kelompok, tetapi harus didukung kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat.


“Program siaga bencana harus diiringi dengan kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran tersebut, program yang dilaksanakan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, kita berharap melalui program ini kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama dalam bentuk kepedulian dan gotong royong,” ujarnya.


Natran mengatakan, kesadaran tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membangun komunikasi, mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, dan mencari solusi secara bersama-sama.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kelompok SIBAT, pemerintah nagari, dan unsur masyarakat lainnya. Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak sesuai dengan peran masing-masing, bukan berjalan sendiri-sendiri.


Sementara itu, perwakilan PMI Pasaman Barat, Sukarman, menjelaskan bahwa program SIBAT bukan hal baru bagi masyarakat Rantau Panjang. Program serupa pernah dilaksanakan PMI pada periode 2011–2014 dan kini kembali digalakkan untuk memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana.


Ia berharap kelompok SIBAT dapat berfungsi secara berkelanjutan dan aktif di tengah masyarakat, bukan sekadar terbentuk saat kegiatan berlangsung.


Menurut Sukarman, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan diri, serta melakukan tindakan awal ketika bencana terjadi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, warga diharapkan mampu merespons situasi darurat secara terkoordinasi dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar.


Dewan Kehormatan PMI Pasaman Barat sekaligus anggota DPRD Pasaman Barat, Adriwilza, menyoroti kekhawatiran warga Rantau Panjang terhadap ancaman banjir, terutama ketika hujan turun.


Ia mengingatkan bahwa kondisi lingkungan yang terlihat aman dalam keseharian tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan potensi bencana. Karena itu, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dibangun sebelum keadaan darurat terjadi.


Adriwilza berharap program SIBAT dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana, mendorong kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana.


Ia juga mengapresiasi penanaman pohon kelapa genjah yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pada masa mendatang setelah tanaman tumbuh dan berbuah.


(Yls)

Iklan

iklan