Yogyakarta, kompasone.com — Penguatan ekosistem ekonomi halal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Jaringan Ekosistem Halal Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur – SNI 9445:2026 Ekosistem Wirausaha Gotong Royong, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum lama ini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan Kalurahan/Desa binaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY.
Selain itu pula, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam Road to Jogja Halal Festival (JHF#3) – International pada tanggal 4–6 Desember 2026 bertempat di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta yang merupakan pertama kalinya diselenggarakan pada scope Internasional.
JHF#3 merupakan kolaborasi silaturahim sebagai penyelenggara bersama yaitu Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY dan KADIN DIY. JHF#3 kali ini dipimpin oleh Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M selaku Ketua SC bersama Wakil Ketua SC Budiharto Setyawan; dan Drs. Heroe Poerwadi, M.A. selaku Ketua OC bersama Wakil Ketua OC Rika Fatimah P.L., S.E., M.Sc., Ph.D. Selain itu pula selaku Dewan Penasihat dipimpin oleh GKR Mangkubumi yang merupakan Ketua Umum KADIN DIY dan Ketua Umum MES DIY Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Edwin Ismedi Himna selaku Wakil Ketua Bidang 1 Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PPM; Drs. Jumarodin selaku perwakilan Ketua PINBAS MUI DIY juga LP UMKM PWM DIY serta Ketua Dewan Pers Independen Lembaga Pers Digital Pilar Data Indonesia DIY; April Suryono S.T. sebagai pengurus harian di Majelis Ekonomi dan Bisnis Pariwisata (MEBP) PDM Kota Yogyakarta; serta Bapak Ibu penggiat G2R Tetrapreneur dari Paguyuban G2RT DIY; Komunitas Kuliner DIY binaan Kementerian Koperasi dan UKM (G2RT KmK4); Komunitas Kelompok Wanita Tani binaan BI KPw DIY (KmKWT1); Unit G2R Tetrapreneur Kalurahan (desa) maupun dari Kelurahan di DIY; serta mahasiswa dari Sekolah Paska Sarjana Prodi Ekonomi Islam dan Industri Halal UGM.
Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., Wakil Ketua OC JHF#3 (Ketua Departemen Industri Halal (DIH) MES DIY); Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus Wakil Ketua Komite Teknis 03-13 untuk SNI G2R Tetrapreneur, menyoroti pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Yogyakarta.
Menurut Rika, berbagai persoalan sosial dan ekonomi, termasuk ketimpangan dan kemiskinan, perlu menjadi momentum untuk memperkuat praktik pemberdayaan masyarakat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal tersebut antara lain tercermin dari capaian pada Adinata Syariah 2026, dengan penghargaan pada sejumlah kategori, termasuk Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal.
Rika menekankan bahwa capaian tersebut perlu menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan dampak nyata pembangunan ekonomi syariah di masyarakat. “Jangan sampai penghargaan tersebut hanya merupakan sebuah pentas. Syariah kok masih banyak yang miskin,” tutur Rika.
Paparan dilanjutkan dengan pemaparan Business Matching yang disampaikan oleh Raden Hari Haryadi Basuki selaku koordinator Business Matching and International Program Team Jogja Halal Festival #3.
Pada kesempatan tersebut Hari menyampaikan konsep business matching yang diarahkan menjadi platform yang mempertemukan seller, buyer, investor, dan strategic partner dalam berbagai sektor ekonomi halal. Pertemuan bisnis tidak berhenti pada proses mempertemukan para pihak, namun hingga menghasilkan Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), mepun transaksi perdagangan dan inestasi.
Bhenu
