SLEMAN, kompasone.com– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr H Hilmy Muhammad, MA melaksanakan Reses di Minggir dan Moyudan, Kabupaten Sleman pada Jumat (9/10). Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas organisasi menuju kemandirian jamiyah dan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC).
Agenda pertama dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fatah Minggir, Sleman yang dihadiri oleh jajaran Pengurus MWCNU Minggir beserta Banom Muslimat dan Fatayat NU. Pemateri dalam kesempatan kali ini adalah utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) DIY KH Dr Sularno, MA, utusan Pengurus Cabang NU (PCNU) Sleman Dr Syaifudin, dan Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Sleman Fourit Rohmatullah, SH, MM. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya sinergi berjenjang dan transformasi digital organisasi melalui aplikasi NU Berdaya dan MaNUSya sebagai pilar kemandirian.
Dr Hilmy Muhammad dalam arahannya menyampaikan bahwa kemandirian NU harus dimulai dari bawah. "Jamiyah akan kuat jika jamaahnya berdaya. Masjid dan MWC harus menjadi pusat ekonomi, bukan hanya pusat ibadah. Program NUShop dan NUMart yang digagas LPNU PC Sleman ini adalah ikhtiar nyata menuju itu," tegas Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Fatah ini.
Kegiatan reses kemudian dilanjutkan di Kantor MWCNU Moyudan, yang dihadiri oleh Pengurus MWCNU Moyudan bersama Banom Muslimat, Ansor, dan Fatayat. Materi peningkatan kapasitas organisasi menuju kemandirian jamiyah dan jamaah kembali disampaikan oleh Abdul Ghafar, Ali Shofa, dan Fourit Rohmatullah sebagai pemateri workshop.
Fourit dalam workshopnya memaparkan strategi sembilan langkah LPNU, mulai dari digitalisasi masjid dengan aplikasi MaNUSya, permodalan melalui BAZNAS ZMart, hingga pembangunan ekosistem ekonomi berjenjang NUMart Centre – NUMart MWC – NUShop Ranting/Masjid.
Bhenu
