Sorong, Kompasone.com — Korem 181/PVT menghadiri Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Perlengkapan Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Apel Kodaeral XIV Sorong, Jalan Bubara, Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (21/1/2026).
Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Dankodaeral XIV Sorong, Laksda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., dan diikuti kurang lebih 100 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait.
Korem 181/PVT diwakili oleh Kasi Ops Kasrem 181/PVT Kolonel Inf. Usman Abdul Ghofir, S.Sos. Kehadiran perwakilan Korem 181/PVT ini menjadi wujud komitmen TNI AD, khususnya Korem 181/PVT, dalam mendukung kesiapsiagaan satuan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para pejabat utama Kodaeral XIV, di antaranya Wadan Kodaeral XIV, Ir Kodaeral XIV, Kapoksahli, para Asisten Dankodaeral XIV, para Komandan Satuan, Kadis dan Kasatker, serta para Dan KRI/KAL jajaran Kodaeral XIV. Hadir pula tamu undangan dari Koarmada III, Pasmar 3, Polairud Polda Papua Barat, Basarnas, BNPB Provinsi Papua Barat Daya, dan BNPB Kota Sorong.
Penegasan Dankodaeral XIV
Dalam amanatnya, Laksda TNI Djatmoko menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menghadapi bencana alam.
“Penanggulangan bencana alam tidak dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan sinergi dan kerja sama yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait,” tegasnya.
Dankodaeral XIV juga menyampaikan beberapa penekanan penting kepada seluruh peserta apel.
“Pertama, saya tekankan agar seluruh personel terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing,” ujar Laksda TNI Djatmoko.
Ia juga menambahkan, Bahwa yang kedua adalah memperkuat koordinasi dan komunikasi antarinstansi guna menghindari diskomunikasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Ketiga, siapkan sarana, prasarana, dan peralatan pendukung secara optimal agar dapat digerakkan dengan cepat saat dibutuhkan. Keempat, bangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana sebagai langkah awal penyelamatan,” kata Dankodaeral XIV.
Rangkaian Kegiatan Apel
Rangkaian kegiatan apel berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan diawali dengan laporan kepada pimpinan apel, dilanjutkan pemeriksaan pasukan, penyampaian amanat, pembacaan doa, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Pelaksanaan apel kesiapsiagaan ini menjadi cerminan profesionalisme serta kesiapan seluruh satuan tugas dalam menghadapi potensi bencana alam, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Apel kesiapsiagaan dan gelar perlengkapan ini juga bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan personel, perlengkapan, serta sarana dan prasarana yang dimiliki satuan dalam rangka penanggulangan bencana alam. Dengan demikian, apabila terjadi bencana, pasukan dapat bergerak dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.
>Dedi
