TAPUT, kompasone.com – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Kamis (15/1), progres pembangunan telah mencapai sekitar 45 persen, dengan 18 unit huntara rampung dari total 40 unit yang ditargetkan.
Pengawas PT Haza Kontraktor, Kevin Pasaribu, mengatakan seluruh pembangunan huntara ditargetkan selesai dan siap dimanfaatkan pada akhir Januari 2026.
“Untuk saat ini, 18 unit huntara sudah selesai dikerjakan. Kami terus mempercepat penyelesaian unit lainnya agar warga terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan aman,” ujar Kevin menjawab kompasone di lokasi pembangunan.
Kevin juga menjelaskan bahwa pihaknya dipercaya membangun 40 unit huntara dengan luas bangunan 4 x 6 meter di atas lahan seluas 6 x 6 meter per unit.
Menurut Kevin, huntara tersebut menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat dan Aman (RISHAM) yang dirancang tahan gempa serta memenuhi standar hunian darurat pascabencana.
“Setiap unit terdiri dari satu kamar tidur, satu ruang utama, dan satu kamar mandi yang dilengkapi septictank. Struktur utama menggunakan rangka RISHAM sebagai tiang, dinding, dan kerangka atap,” jelasnya.
Untuk material bangunan, dinding huntara menggunakan calsiboard, sementara pintu terbuat dari bahan PVC yang ringan dan tahan terhadap cuaca.
Kevin mengakui, pelaksanaan pembangunan sempat mengalami kendala di lapangan, terutama akibat faktor cuaca.
“Curah hujan cukup tinggi sehingga proses pengerjaan tiang beton membutuhkan waktu lebih lama untuk pengeringan. Selain itu, kondisi lahan di beberapa titik masih berlumpur,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah bersama pihak kontraktor terus melakukan percepatan agar seluruh huntara dapat segera ditempati warga terdampak sebelum memasuki tahap rehabilitasi jangka panjang.
Pantauan kompasone.com di lokasi pada Kamis (15/1/2026) sore, para pekerja masih terlihat aktif menyelesaikan pembangunan unit huntara yang tersisa.
Sebagai informasi, program huntara ini merupakan wujud kehadiran pemerintah pusat, provinsi, dan daerah secara terpadu dalam penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Utara.
Sebelum menempati huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan tunjangan hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga (KK). Untuk tahap pertama, bantuan tersebut telah dicairkan langsung ke rekening masing-masing penerima.
Seluruh huntara dibangun terpusat di lahan milik Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara di Desa Sibalanga.
Salah seorang warga penerima huntara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Taput serta seluruh pihak terkait yang dinilai cepat dan tanggap dalam menangani dampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga penyediaan hunian sementara.
(Bernat L. Gaol)
