TAPUT, kompasone.com - Operasi darurat diluncurkan di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara setelah longsor besar memutus akses dan mengisolasi warga di daerah itu.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto turun langsung ke lokasi pada Sabtu (29/11) malam dan memerintahkan distribusi logistik melalui helikopter sebagai langkah tercepat menembus wilayah yang masih terputus total.
Mayjen Rio mengatakan percepatan penanganan dilakukan sejak jam-jam awal bencana, termasuk pengerahan alat berat dan tambahan personel untuk membuka akses yang tertimbun longsor.
“Sejak bencana terjadi, kita langsung mengirim alat berat. Saya bersama Pak Gubernur mengirim alat berat, sementara Kapolda membantu dengan penambahan personel. Ini kerja bersama TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, termasuk kompasone.com.
Hingga Sabtu malam, pembukaan jalur dari Tarutung menuju kawasan terdampak telah mencapai sekitar 30 kilometer. Namun pantauan udara menunjukkan masih banyak titik longsor yang memutus jalur utama, sehingga distribusi bantuan harus dialihkan lewat udara.
“Solusi paling memungkinkan adalah memberikan bantuan melalui helikopter. Mulai sore ini sudah kita kirim, dan besok jumlahnya akan diperbanyak,” tegasnya.
Dalam peninjauan di titik longsor Sibalanga malam itu, Pangdam menyebut medan berat menjadi kendala utama bagi alat berat. Material longsor menumpuk di banyak titik dengan kontur terjal, membuat proses pengerjaan harus dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, Dia memastikan pembukaan jalur utama tetap menjadi prioritas utama untuk memperlancar suplai logistik, evakuasi korban, dan akses layanan kesehatan.
“Kita lihat langsung bagaimana medannya. Longsor bertumpuk di banyak titik. Tapi pembukaan jalan akan terus dilakukan sampai masyarakat benar-benar tidak terisolir,” katanya.
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat yang turut mendampingi Pangdam menyampaikan bahwa progres pembukaan jalur sudah mencapai 30 kilometer, menyisakan sekitar lima kilometer lagi yang disebut sebagai kawasan paling kritis.
“Dengan kolaborasi luar biasa dari TNI, Polri, provinsi, dan kabupaten, kita optimis sisa 5 kilometer ini bisa segera dibuka,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan bahwa bantuan logistik melalui helikopter telah mulai menjangkau wilayah terpencil yang terputus total.
“Sore tadi bantuan udara sudah masuk ke daerah yang terisolasi, termasuk Parmonangan. Besok akan dilanjutkan,” jelasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa status tanggap darurat telah ditetapkan pada malam pertama bencana.
“Saya dan Dandim langsung turun malam itu, rapat, dan sesuai regulasi menetapkan status darurat,” katanya.
(Bernat L Gaol)
