Ciamis, kompasone.com - Persatuan Pesantren Ortodok (PPO) Kabupaten Ciamis memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan rangkaian kegiatan pengajian, zikir Mambaussuluk, hingga aksi tanam pohon. Kegiatan dipusatkan di Majelis Zikir Mambaussuluk, Pondok Pesantren Riyadul Fadilah, Dusun Mujul RT 08/16, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Mengusung tema “Mempererat Sanad, Menjalankan Uswah Hasanah demi Kemaslahatan Persatuan Pesantren Ortodok (PPO)”, acara berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan santri, ulama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan.
Turut hadir komandan Satbrimob Polda Jawa Barat Batalyon D Pelopor Kompol Ajang Suhendar,SE.,M.M.,sekaligus memimpin pasukannya melantunkan zikir almaulhusna dalam acara tersebut.Unsur Muspika dan Forkopimcam Cipaku, perwakilan Nahdlatul Ulama, Pemuda Pancasila, Banser, GP Ansor, Fatayat NU,Santriwan santriwati,serta warga sekitar. Kehadiran lintas elemen ini menjadi cerminan kuatnya sinergi pesantren dengan masyarakat dan pemerintah dalam menjaga nilai keagamaan.
Teguhkan Sanad dan Teladan Rasulullah
Ketua PPO Kabupaten Ciamis, KH Ahmad Musyafa, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar seremoni. Momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat sanad keilmuan antar pesantren sekaligus menghidupkan kembali akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid adalah pengingat. Kita diajak meneladani Rasulullah dalam hal kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian sosial. Dengan mempererat sanad, insyaAllah keberkahan ilmu akan terus mengalir untuk kemaslahatan umat,” ujar KH Ahmad Musyafa.
Tausiah juga disampaikan oleh KH Tatang Nawawi selaku Pimpinan Majelis Zikir Mambaussuluk. Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan uswah hasanah sebagai panduan dalam bermasyarakat.
Sementara itu, Gusti Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran turut memberikan penyampaian yang menguatkan semangat persatuan dan nilai kebangsaan dalam bingkai ajaran Islam.
Zikir Mambaussuluk yang dilantunkan bersama menciptakan suasana religius. Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa dan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.
Dari Majelis ke Aksi: Tanam Pohon untuk Bumi
Setelah pengajian, panitia melanjutkan kegiatan dengan penanaman pohon di lingkungan pesantren. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin yang diajarkan Rasulullah.
“Menanam pohon adalah sedekah jariyah. Ini bentuk kecil kita meneladani Rasul yang mencintai alam dan sesama. Semoga pohon ini kelak bermanfaat untuk santri dan warga,” kata salah satu panitia.
Kegiatan penanaman disambut antusias oleh para santri dan peserta. Selain bernilai ibadah, langkah ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan di wilayah Cipaku.
Melalui peringatan ini, PPO berharap semangat mempererat sanad dan menjalankan uswah hasanah tidak berhenti di majelis. Nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Dengan kebersamaan ini, kami ingin PPO hadir bukan hanya sebagai wadah pesantren, tapi juga sebagai penggerak kebaikan untuk Ciamis,” tutup KH Ahmad Musyafa.
Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Riyadul Fadilah ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempererat silaturahmi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat.
(AL)
