Tulungagung, kompasone.com - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tulungagung kian memprihatinkan. Satlantas Polres Tulungagung mencatat ada 348 kasus kecelakaan yang terjadi hanya dalam kurun tvwaktu tiga bulan terakhir. Mirisnya, mayoritas korban maupun pelaku didominasi oleh kelompok usia pelajar.
Dari total peristiwa tersebut, tercatat 21 orang meninggal dunia, 682 orang mengalami luka ringan, dan total kerugian material menembus angka Rp346 juta.
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin, mengonfirmasi bahwa dari data insiden yang terkumpul, kelompok anak muda usia sekolah menjadi penyumbang terbanyak.
”Berdasarkan data, kelompok usia pelajar mendominasi kasus kecelakaan di Tulungagung. Kelompok usia pelajar yang terlibat kecelakaan mencapai 204 orang, diikuti kelompok usia produktif sebanyak 141 orang, dan lansia 112 orang,” terang Iptu Zainudin, Rabu (9/8/2026).
Ia menambahkan, mayoritas insiden justru terjadi di jalur kawasan pemukiman atau jalan desa, dengan total mencapai 282 kasus.
Faktor Penyebab: Emosi Belum dan Laju Kendaraan Tinggi
Polisi menilai human error menjadi penyebab utama maraknya kecelakaan di jalan. Khusus untuk kalangan pelajar, tingkat kesadaran, kewaspadaan, serta kontrol emosi saat memegang kendali kendaraan dinilai masih sangat rendah.
Gaya hidup dan kebiasaan buruk harian juga turut memperbesar risiko bahaya. “Faktor lain yang memicu adalah kebiasaan berangkat sekolah yang terlalu mepet dengan waktu masuk. Hal ini membuat para pelajar berkendara terburu-buru dan memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi,” tegas Zainudin.
Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama para orang tua dan pelajar, untuk lebih disiplin serta mengutamakan keselamatan saat berkendara demi menekan angka fatalitas di jalan raya.
(Brh)
