Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Siswa PAUD GKPI Hutagalung Kunjungi Dapur SPPG Siatas Barita Belajar Proses Penyajian MBG

Rabu, Juni 17, 2026, 13:58 WIB Last Updated 2026-06-17T06:58:47Z

 


TAPUT, Kompasone.com - Keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa TK PAUD GKPI Hutagalung saat mengunjungi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lumban Siagian Jae Kecamatan Siatas Barita, Selasa (16/6). Didampingi tiga guru dan para orang tua, anak-anak mengikuti kunjungan edukatif untuk mengenal lebih dekat proses penyediaan makanan bergizi yang setiap hari mereka nikmati.


Kunjungan tersebut terlaksana atas permintaan pihak sekolah kepada pengelola dapur SPPG. Keinginan untuk melihat secara langsung proses pengolahan makanan disambut baik oleh pengelola dapur yang kemudian membuka kesempatan bagi para siswa untuk belajar langsung di lokasi.


Setibanya di dapur SPPG, anak-anak diajak berkeliling mengenal berbagai peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka menyimak penjelasan petugas mengenai tahapan pengolahan bahan makanan, standar kebersihan, hingga proses pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.


Guru pendamping, Novita Sari Sinaga didampingi Yolanda Hutagalung dan Jesika Hutagalung mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak karena memberikan pemahaman secara langsung tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi.


"Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa melihat sendiri bagaimana makanan dipersiapkan dengan bersih dan baik sebelum sampai kepada mereka. Ini menjadi pembelajaran yang tidak mereka dapatkan di dalam kelas," ujarnya.


Suasana semakin hangat ketika Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama, Jhonson Edy Simanjorang, hadir menyapa para siswa. Selain memberikan bantuan berupa susu dan alat tulis, ia juga mengajak anak-anak berdialog ringan mengenai makanan yang mereka terima setiap hari.


Dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, Jhonson menanyakan apakah makanan yang disajikan enak, apakah mereka menyukainya, dan makanan apa yang paling disukai. Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu disambut dengan jawaban polos dan penuh semangat dari para siswa.


"Kami ingin anak-anak, guru, dan orang tua memiliki keyakinan bahwa makanan yang disiapkan di dapur SPPG diproses dengan baik, bersih, dan memperhatikan kebutuhan gizi mereka. Karena itu kami membuka ruang agar mereka dapat melihat langsung prosesnya," kata Jhonson.


Menurutnya, keterbukaan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi yang baik bagi tumbuh kembang anak.


Dalam dialog bersama para guru, turut disampaikan harapan agar operasional Dapur SPPG dapat terus berlanjut sehingga program pemenuhan gizi bagi anak-anak tetap berjalan secara berkesinambungan. Aspirasi tersebut mendapat perhatian positif dari pihak pengelola dapur.


"Kami berharap program ini terus berjalan dan semakin berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak yang membutuhkan. Generasi sehat adalah fondasi masa depan yang kuat," ujar Jhonson.


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu ditutup dengan foto bersama dan pembagian bantuan kepada para siswa.


 (Bernat L Gaol)

Iklan

iklan