Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ekosistem Kewirausahaan LPEK PP Muhammadiyah dan Program Napak Tilas Jejak KH Ahmad Dahlan

Jumat, Juni 19, 2026, 09:32 WIB Last Updated 2026-06-19T02:32:29Z

 


Yogyakarta, kompasone.com - Focus Group Discussion (FGD) Organisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) Ekosistem Kewirausahaan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) dilaksanakan secara hybrid melalui media zoom bertempat di Aula Lantai 1 Kantor PP Muhammadiyah Jl KH Ahmad Dahlan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (31/5/2026). 


Kegiatan dibuka oleh Drs. H. Warsangka selaku Ketua Umum LPEK PP Muhammadiyah yang menyampaikan harapannya agar Program Napak Tilas ini tidak hanya menjadi wisata sejarah namun dapat menjadi wisata edukasi dan meluaskan manfaatnya tidak hanya kepada wilayah yang terlibat namun juga sekitarnya.


Hadir dalam FGD tersebut diantaranya perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkajen, Perwakilan Yayasan KH Ahmad Dahlan, Museum Muhammadiyah, beberapa Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), beberapa Takmir Masjid dan Mushola, serta lembaga lainnya. 


Paparan pertama disampaikan oleh Ghifari Yuristiadhi, M.A., M.M., CHE selaku Wakil Sekretaris 4 LPEK PP Muhammadiyah dan anggota Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY yang didampingi oleh Nur Aisyah Haifani selaku Bendahara Umum LPEK PP Muhammadiyah dan Anggota Departemen Industri Halal (DIH) MES DIY. 


Dalam pemaparannya, Ghifari yang juga merupakan dosen pada Vokasi Pariwisata, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) ini menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang didirikan pada tahun 1912 memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan telah mewariskan berbagai peninggalan budaya (heritage) yang menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus. 


Paparan selanjutnya disampaikan oleh Abu Yazid, S.I.P, M.M. selaku Anggota Bidang OHAL LPEK PP Muhammadiyah tentang Majelis Lembaga dan Biro. Pada paparannya, Abu menjelaskan tentang kelembagaan dan fungsi nya dalam Muhammadiyah serta aturan yang mengatur tentang LPEK sebagai gambaran dan penyamaan informasi peserta FGD.


Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Bidang OHAL LPEK PP Muhammadiyah dan Ketua DIH MES DIY. Dalam kesempatan ini, Rika, yang juga merupakan Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, melalui paparan yang berjudul “Ekosistem Kewirausahaan LPEK PPM: Program Napak Tilas Jejak KHA. Dahlan”, mengajak peserta FGD diajak untuk membangun kesamaan persepsi mengenai pengembangan ekosistem kewirausahaan dengan pendekatan Model G2R Tetrapreneur melalui Program Napak Tilas Jejak KHA. Dahlan. 


Lebih lanjut, Rika, yang juga merupakan dosen senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) ini menyebutkan bahwa ekosistem kewirausahaan melalui Model Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan suatu sistem silaturahim ekonomi masyarakat berbasis gotong royong yang mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dan sumber daya baik alam maupun manusia, dalam menciptakan, mengembangkan, dan memperkuat usaha masyarakat yang mandiri dan berwibawa. 


“Ekosistem G2R Tetrapreneur menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal, kearifan lokal, sumber daya alam, budaya, dan jejaring kolaborasi. G2R Tetrapreneur tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi atau penjualan, tetapi juga membangun sistem yang memungkinkan masyarakat tumbuh secara berkelanjutan melalui semangat gotong royong,” kata Rika, yang juga Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT ini.


Bhenu

Iklan

iklan