Bintan, kompasone.com - Dalam mengelola Dana Desa (DD) memang harus sangat hati hati untuk di gunakan setiap desa. Sebagaimana amanat/instruksi Presiden dan Menteri Keuangan RI.
Dalam pantauan media kompasone.com, di Kabupaten Bintan, ada juga desa menggunakan anggaran tersebut diduga masih jalan di tempat. Dalam arti yang ia gunakan hanya pembangunan gudang untuk penyimpanan arsip kantor.
Seperti di Desa Berakit, sedangkan untuk ke masyarakat nya, sedikit pun tak tersentuh. Padahal RT, RW dan tokoh masyarakat pernah menanyakan atas program yang di ajukan kepada Kepala Desa yang bernama Muhamad Darus Salim.
"Kok tak ada di buat atau di kerjakan,inikan uang untuk pembangunan rakyat. Seharusnya kepala desa harus mengabulkan untuk pembangunan yang rakyat minta, bukan di buat yang lain," ujar salah seorang warga desa.
Kompasone.com berusaha menemui Kades untuk klarifikasi. Namun, M. Darus Salim yang berkantor desa di Jalan Bahtin Muhamad Ali Km 62, Kec. Telok Sebong Bintan utara, tidak ada di tempat. Dan itu ber ulang kali ketika hendak dijumpai Kades tidak ada.
Menurut seorang warga di Kampung Dapur Arang sebut saja Ali, ia mengatakan yang namanya Dana Desa, warga di pelosok ujung pulau ini, belum pernah tersentuh sedikit pun. Apalagi program yang menyentuh orang miskin. Tapi kalau yang dekat-dekat lingkungan kantor desa, itu pada dapat semua.
"Inilah yang kami herankan, begitu juga dengan pisik, seperti semenisasi, gorong gorong paving blok, dan yang lainnya. Tapi tak tampak tu pekerjaannya. Entah di mana mereka buat. Ini kan, setahu saya harus transparan dalam menggunakan dana desa ini..
"Dilihat dari plang nya pagu anggaran besar besar,cuma yang di buat pekerjaannya bangsa 30 an juta aja," ujar Ali.
Ali menambahkan lagi, setiap penggantian kepala desa, pasti program yang sudah di setujui bersama pasti di rubah, dan di ganti yang lain.
(Handoko, Kaperwil Kepri)
